“Silit Pitik” Pernyataan Amarah Sosial  yang Meledak Milik Band Mitos Jogja ALTER\EGO

Categories: Music

Share
ALTER\EGO, band mitos dari Jogja yang kerap menghilang dan muncul bak fenomena, kembali menepati janjinya sebagai corong suara wong cilik yang lagi penat. Di usia ke-15, mereka tidak merayakannya dengan lagu cengeng melainkan dengan 'Silit Pitik' yang berarti ‘Pantat Ayam’, sebuah istilah jawa kuno yang keras, nyeleneh, dan sedikit tabu.

Mereka membawa pesan yang tajam secara simbolis pasca album 'Reaksi Kimia' yang memastikan kalo amarah mereka tentu saja belum mereda. Malah semakin menemukan bentuk baru yang lebih kultural. 'Silit Pitik' menjadi lagu pertama mereka yang menyisipkan bahasa Jawa sebagai ciri intensitas intimate dan sarkastik pada akar persoalan para kaum bawah yang menjadi korban politik tanpa henti.

Nova Abdillah (Artzex) menciptakannya sebagai aksi tanggapan tajam atas "kelakuan para pejabat negara" yang tak becus. Liriknya yang diilhami pepatah Jawa kuno menjadi pisau bedah tajam yang menyayat borok penguasa, sambil meratasi luka rakyat yang protes di jalanan berakhir dengan represi brutal aparat.

Proses kreatifnya sendiri mencerminkan urgensi pesan yang dibawakan oleh Artzex (vokal, gitar), Agib Tanjung (bass, vokal), Bagoes Kresnawan (Drum) dan Anshar Aziz & Elang Nuraga (gitar). Lagu ini direkam tanpa banyak kerumitan, hanya berupa file-file dengan semangat DIY yang membara. Adapun pada drum Bagoes Kresnawan direkam di GAS Studio pada September kemarin pasca gelombang demonstrasi besar-besaran di ibukota. Mereka mencoba menangkap getaran kegelisahan yang masih segar di ingatan. Secara keseluruhan, instrumentasi rampung hanya dalam dua jam di Neverland Studio. Sebuah bukti bahwa amarah yang tulus tak butuh rekayasa berlebihan.

Lewat 'Silit Pitik', ALTER\EGO juga meneriakkan seruan atas buruknya kinerja pemerintah. 

"Puncaknya adalah ketika warga protes ke jalan untuk perubahan, aparat malah bersikap represif. Ratusan orang luka-luka, bahkan belasan nyawa melayang," ujar Artzex.

Dari semua rentetan peristiwa itu, maka wajarlah jika banyak warga masyarakat merasa makin muak terhadap kelakuan para pejabat negara. Dan ALTER\EGO merasa perlu mewakili keresahan ini melalui lagu protes dengan singkat, jelas, dan padat. Dalam konteks ini, lagu ini berfungsi sebagai pengingat sekaligus whistle blower agar pemerintah dapat memberikan solusi, bukan seperti kotoran bau yang keluar bebas dari pantat ayam seenaknya. 

Secara musikal, lagu ini sebagai pondasi kokoh sebuah band dengan semangat punk rock dan grunge yang menjadi DNAALTER/EGO dibungkus dengan bahasa yang lebih membumi dan metafora lokal yang menusuk. Salah satu pencapaian besar dari band yang sejak awal memang lahir dari semangat 'alter ego' untuk berekspresi lebih bebas.
'Silit Pitik' berikan hadiah tamparan keras untuk mereka yang berkuasa. 

ALTER/EGO membuktikan bahwa setelah 15 tahun eksistensinya masih relevan, masih berani, dan tetap menjadi suara yang tak ingin dibungkam. Di tengah ramainya lagu cinta dan fantasi, kehadiran mereka dengan lagu seperti ini bukan saja perlu, tapi juga sebagai bentuk perlawanan esensial terhadap ketidakadilan negara kepada rakyatnya.

"Stay nesu, tetaplah marah pada pemerintah yang dzalim dan juga kepada aparat yang selalu menciptakan momen horor dan rasa tidak aman pada warganya. Jangan lelah bersuara sampai keadilan sosial bagi seluruh rakyat benar-benar terwujud," tutup Anshar Aziz sang gitaris ALTER/EGO.

(INQ)

SNICKERS AND THE CHICKEN FIGHTER Perkenalkan K.I.M “Keep It Moving” Sebagai Single Enerjik Terbaru Mereka

Categories: Music

Share
Halo Bvckle’s Fren! Kali ini kita bahas temen-temen kita dari Malang, Snickers And The Chicken Fighter (SATCF), yang baru aja nge-drop single terbaru berjudul "K.I.M (Keep It Moving)".

SATCF terkenal dengan karya-karya lama mereka yang nge-punk rock atau melodic punk, bedanya di lagu ini Cahaya Satya Andhyka (Gitar), Jaka Satya Putra (Drums), Jefri Triharto (Gitar), Aditya Kurniawan (Vocal, Bass), Albertus Prima Karuniargo Oneding (Keyboard) mencoba kasih sentuhan yang lebih modern tapi tanpa ninggalin identitas asli mereka di SATCF sebelumnya. Kombinasi antara energi melodic hardcore dan flow rap yang agresif bikin lagu ini jadi seru untuk didengerin!

Liriknya juga nggak main-main, mereka galakkan keresahan soal ketidakadilan yang masih terjadi di sekitar kita. Ada semangat perubahan yang kental seperti di bait,

"Aiming for the top, started from the bottom now we here"

"Hands in the air, we screamin’ for change". 

Lagu yang bikin pendengarnya headbang dengan pesan sosial yang juga cukup related dengan kondisi zaman sekarang.

Menurut Adit, vokalis SATCF, sound di “K.I.M” sebenernya udah jadi fondasi sejak lama, cuma bedanya sekarang disesuaikan dengan influence dari energi raw milik para musisi seperti Joey Valence & Brae, End It, dan Angel Du$t. Jadi, buat yang udah kenal dari album self-titled mereka tahun 2011, ini kayak evolusi yang pas tanpa kehilangan rasa.

Yang menarik, meskipun lagu ini berbahasa Inggris untuk energi yang lebih global, tapi SATCF tetep janjiin akan ada dua lagu berbahasa Indonesia dalam rilisan selanjutnya. 

Cause we’re proud to be Indonesian people!.” Ungkap mereka.

Mereka tetap menjaga keseimbangan antara lagu-lagu upbeat yang sarat kritik dan materi yang lebih personal, karena inspirasi terbesar mereka memang datang dari kehidupan sehari-hari.

Overall, "K.I.M (Keep It Moving)" adalah single yang solid, energik, dan punya pesan kuat. Cocok buat lo yang butuh musik buat semangat sekaligus refleksi. Yuk dengerin di Spotify, Apple Music, atau YouTube. Dukung musik lokal, dan tetap berpikir kritis! (INQ)

AntiNRML Perkenalkan RIKU, Alter Ego JVSAN Luapkan Energi Emo Rave Lewat Single Perdana “STFU”

Categories: Music

Share
Kolektif/label AntiNRML resmi memperkenalkan RIKU, sebuah proyek baru yang lahir dari sisi paling gelap dan konfrontatif milik JVSAN. Lewat single perdana bertajuk “STFU”, RIKU hadir sebagai pelepasan raw energy Emo Rave yang agresif dan eksperimental.

RIKU menjadi langkah AntiNRML dalam memperluas spektrum musikal mereka, menjauh dari zona aman dan masuk ke wilayah eksperimental yang lebih bising dan tentunya personal. Proyek ini digagas oleh JVSAN bersama KIROHTA, sebagai ruang pelampiasan amarah, kekacauan batin, serta luapan emosi yang selama ini tidak terwakili di proyek-proyek sebelumnya.

Tentang RIKU

RIKU merupakan alter ego bayangan dari JVSAN. Jika selama ini JVSAN dikenal lewat karya R&B yang soulful, melankolis, dan sarat kerentanan, maka RIKU adalah kebalikannya yaitu sisi gelap yang meledak dalam distorsi, beat berat, dan teriakan emosional.

Nama RIKU terinspirasi dari karakter dalam seri Kingdom Hearts—sosok yang jatuh ke dalam kegelapan dan mengambil peran antagonis. Paralel dengan narasi tersebut, RIKU merepresentasikan kejatuhan JVSAN ke dalam kehampaan batin, di mana amarah, pemberontakan, dan intensitas emosi mengambil alih kendali.

RIKU merupakan refleksi dualitas JVSAN sebagai seniman: antara cahaya dan luka, antara kesedihan yang dipendam dan amukan yang dilepaskan. Jika JVSAN berbicara dengan nada lirih, RIKU memilih berlari bebas dan memberontak.

Melalui RIKU, AntiNRML kembali menegaskan posisinya sebagai rumah bagi proyek-proyek non-konvensional yang berani menabrak batas genre dan norma. RIKU menjadi simbol kebebasan berekspresi dan musik sebagai ruang aman untuk lebih ekspresif , memberontak, serta jujur terhadap diri sendiri.

Tentang Single “STFU”

“STFU” menjadi pintu masuk pertama menuju dunia RIKU di tahun 2026. Lagu ini menyoroti fenomena orang-orang yang gemar berbicara tanpa memahami konteks seperti menggiring narasi palsu, menghakimi dari kejauhan, dan menebar kebencian berdasarkan asumsi.

Pesan lagu ini disampaikan secara frontal dan tanpa basa-basi. Sebuah pernyataan sikap yang terangkum dalam satu kalimat: 

“Gausah banyak bach000t, mending pulang.”

Dalam kolaborasinya dengan KIROHTA, kemarahan tersebut diterjemahkan menjadi komposisi yang brutal tapi tetap rapih. Beat padat, lapisan suara yang bertabrakan, serta dinamika yang intens menciptakan atmosfer seperti ledakan emosi di lantai rave dan tidak memberi ruang untuk diam.

“STFU” merupakan sebuah perlawanan terhadap kebisingan yang salah arah, kepalsuan sosial, dan penghakiman yang lahir dari ketidaktahuan.

Single “STFU” menandai awal perjalanan RIKU bersama AntiNRML dan lagunya sudah rilis diseluruh DSP official milik RIKU. Alarm tanda bahaya bahwa energi gelap ini baru saja dilepaskan, dan masih banyak amukan yang menunggu untuk diluapkan. Congratulations! (INQ)