Minggu lalu, 24 Desember 2024 tepatnya di Krapela Row 9 Lantai 5 Blok M kembali menjadi saksi vibrasi eksplosif dari Kelompok Penerbang Roket (KPR). Dengan bertajuk showcase “KOMA”, trio rock asal Jakarta ini berhasil memadukan atmosfer nostalgia bercampur semangat progresif, Krapela Blok M pun disulap menjadi panggung penuh energi.
Dengan kapasitas sekitar 300 orang, venue ini sesak oleh Pencarter Roket—julukan bagi penggemar KPR—dan Pasukan Pacuan Kuda, penggemar band pembuka, Black Horses. Sejak awal, malam itu sudah terasa istimewa. Bahkan sebelum KPR naik panggung, Black Horses memanaskan suasana dengan riff-riff ganteng dengan vokal lantang, membuat penonton larut dalam adrenalin sebuah distorsi.
Ketika giliran KPR tampil, intensitas meningkat drastis. Mereka membuka setlist dengan "Budak Adiksi," trek pertama dari album terbaru mereka, “KOMA”. Dari sana, pertunjukan berjalan tanpa jeda, dengan lagu-lagu seperti "Angin di Gawang," "Sesa(a)t," hingga "Tanah Siapa?" menjadi penggerak utama lantai dansa moshing. Para penggemar meluncur ke udara dengan stage diving dan crowd surfing yang tak kenal lelah, menciptakan riung dan raung yang terasa liar namun tetap aman dan kondusif.
Selain materi baru, KPR juga menyelipkan lagu-lagu andalan mereka seperti "Roda Gila," "Di Mana Merdeka," dan "Mati Muda." Sebagai sebuah showcase, mereka berhasil membuktikan bahwa musik mereka tetap menyala dan semakin agresif. Area depan panggung benar-benar menjadi ring mosphit terpanas, sesekali audience tampak antusias mengabadikan potret momen disana walau sangat sulit karena pesta malam itu benar-benar riuh
Namun, yang membuat malam disana semakin menarik adalah kehadiran beberapa sosok penting di industri musik. Mulai dari jurnalis musik Soleh Solihun hingga Eka Annash, yang pernah berkolaborasi dengan KPR dalam album “Aksioma”. Ada juga perbincangan hangat di sela acara bersama Haris Franky, seorang konten kreator musik, yang menunjukkan betapa KPR tetap menjadi magnet bagi berbagai lapisan pecinta musik rock.
Album “KOMA”: Sebuah Bukti
Seperti showcase-nya, album “KOMA” juga menyajikan pattern baru dari Kelompok Penerbang Roket. Album ini berisi tujuh trek, yang secara musikal dan lirik memperlihatkan keberanian KPR untuk keluar dari zona nyaman. Hal yang paling menonjol di album ini adalah kontribusi Marshall Daniel Reynaldo alias Rey, gitaris sekaligus backing vokal, yang kali ini mengambil peran besar dalam penulisan lagu dan bahkan menyumbangkan vokal utama di beberapa trek.
Perubahan ini memberikan nuansa segar tanpa menghilangkan ciri khas KPR yang dikenal dengan vokal berat Coki dan gemuruh dentuman drum dari Viki. “KOMA” menjadi bukti bahwa KPR tak hanya tetap konsisten, tetapi juga terus mengeksplorasi kedalaman musikalitas mereka.
Lagu-lagu seperti "Katalis" dan "Permisi" mengusung kritik sosial dengan balutan distorsi khas yang intens, sementara "Pandir" dan "Tanah Siapa?" menawarkan narasi reflektif yang membuat pendengar tenggelam dalam perenungan.
Harapan untuk Showcase Berikutnya
Melihat antusiasme Pencarter Roket malam itu, harapan besar tentu ada agar showcase “KOMA” tak hanya berhenti di Jakarta. Kota-kota lain di Indonesia layak merasakan vibrasi energi tak terbendung dari Kelompok Penerbang Roket. Dengan kualitas penampilan live mereka yang selalu full power, “KOMA” jelas bukan hanya sekadar album, melainkan sebuah experience menarik yang wajib disaksikan langsung. Depok merupakan titik terdekat showcase selanjutnya. Membeli tiket secara resmi merupakan bentuk support nyata dan pastikan diri tetap aman di riuh kerumunan “KOMA” selanjutnya. Hellyeah (INQ)