Manusmara kembali membuka lembaran baru dalam perjalanan musikal mereka lewat single terbaru bertajuk “Nyala”. Lagu ini menjadi gerbang awal menuju album kedua yang tengah mereka persiapkan, sekaligus memperkenalkan benang merah emosional yang akan mengikat keseluruhan karya tersebut: tentang bertahan, menerima luka, dan perlahan memulihkan diri.
Manusmara merupakan kolaborasi antara Surya Noviand dan Gangga Yudhistira, dua musisi dengan latar belakang musikal yang berbeda namun di Manusmara mereka saling melengkapi. Karakter introspektif dan pendekatan emosional dari Surya berpadu dengan energi eksploratif serta kecenderungan lintas-genre dari Gangga, menciptakan ruang kreatif yang luas bagi keduanya.
“Nyala” berangkat dari bayangan yang sederhana namun terasa sangat intim yaitu tentang menjemput seseorang yang tengah kehilangan harapan. Sosok itu bisa saja sahabat, keluarga, atau bahkan refleksi diri sendiri di masa-masa paling rapuh. Lagu ini membawa pendengar masuk ke ruang batin yang sunyi, tempat luka lama masih berdiam, namun secercah cahaya kecil di sudut jiwa belum sepenuhnya padam.
Dibalut aransemen bernuansa alternative yang mengalir seperti doa, “Nyala” tumbuh perlahan bersama emosi yang dibangunnya. Tidak meledak-ledak, namun justru menetap dan mengendap. Lirik seperti “masalahmu takkan lebih besar dari Tuhanmu” dan “bicaralah pada hati dan jiwa” menjadi titik refleksi spiritual yang terasa personal, namun tetap mampu menjangkau banyak orang dalam cara yang universal.
Manusmara melakukan pendekatan hangat, dimana “Nyala” mengajak untuk menerima kerapuhan sebagai bagian dari proses pemulihan. Sebuah sudut pandang yang terasa jujur, sekaligus menenangkan di tengah banyaknya narasi tentang “harus kuat” yang seringkali terasa melelahkan.
Dengarkan single “Nyala” yang telah rilis di semua DSP favorit kalian fren! Melalui “Nyala” Manusmara menyampaikan pesan sederhana, bahwa tidak ada yang benar-benar sendirian di tengah gelap. Sebelum terang benar-benar datang, selalu ada cahaya kecil yang tetap bertahan di dalam diri meski nyaris padam. (INQ)