Menuju perhelatan Doomsday, Reiwa luncurkan format baru yang bakal membombardir stage nanti.

Rebing  sebagai vocalist mengatakan bahwa Reiwa bakal luncurkan tiga single untuk EP terbaru di Doomsday.

Iya, khusus Doomsday khusus lagu baru semua, benar-benar baru sekalian kenalin ini tuh Reiwa, identitas yang sekarang ini, formasinya ini,” katanya saat diwawancarai di sela latihan.

Sembari menyiapkan alat-alat musik untuk latihan, squad Reiwa mengisahkan kebanggaannya bisa tampil di Doomsday. 

“Jadi gimana ceritanya, Reiwa bisa jadi line up di Doomsday?.” tanya tim Bvckle Smiggle di awal pertemuan dengan Reiwa.

“Berawal dari informasi dari Topan untuk ikutan submission acara Road To Distorsi Musik Keras di Karawang, dan dari hasil kurasi dari beberapa band, Reiwa yang terpilih untuk main di acara puncak event tersebut,” celetuk Septian Satriani a.k.a Iyang gitaris Reiwa.

Bahkan, Rebing mengakui tidak menyangka Reiwa bisa menjadi line up di Doomsday, karena lolos kurasi Road To Distorsi Musik Keras di Bogor kemarin dirasa sudah cukup puas. Tanpa diduga, pihak brand rokok tersebut secara langsung ngontek Iyang mengundang Reiwa untuk tampil kembali di acara Doomsday Open Air Festival. Salah satu event musik underground besar yang diselenggarakan tiap tahun di Bandung.

“Dari teman-teman tidak ada yang menyangka karena niatnya hanya ingin ngeband aja, dan mikirnya gak ada orang dalem juga. Yang kedua si Reiwa sendiri masih dibilang baru secara bandnya, bukan personilnya. Kalo personilnya mungkin Iyang, Dadang, dan Wali orang-orang lama!”.

Terbentuknya Reiwa


Reiwa lahir tahun 2019, dengan inisiasi dari Ryan Vidia Ex Bassist dari Reiwa, kata Reiwa sendiri diambil dari negeri matahari terbit atau dimaknai dengan istilah era baru dengan menjunjung tinggi nilai nilai kebudayaan serta perdamaian. Singkatnya Reiwa adalah implementasi hasil dari evaluasi internal pada masa Heisei.

Seiring berjalannya waktu, Reiwa mulai menggandeng sosok gitaris bernama Septian Satriani atau Iyang dan mulai meluncurkan single pertamanya berjudul “Hemodialysis" dengan konsep Instrumental. Kemudian, Reiwa mulai melengkapi instrumentalnya dengan mengajak Dadang Suhendar sebagai drummer dan Abdul Wali sebagai gitaris pendamping.

Tidak puas dengan instrumental, Reiwa akhirnya menarik Dendi Alamsyah a.k.a Rebing sebagai front man alias vocal . Dan lahirlah single kedua berjudul "Hanana" dan ketiga berjudul "Last Dance" lalu ditutup oleh lagu berjudul “Ace" dan kini bisa dinikmati di seluruh platform musik.

Format dan Materi terbaru Reiwa

 
“Ngomong-ngomong soal lagu barunya boleh gak spill dikit tema yang akan dibawakan dalam liriknya?” tanya kami sembari nongkrong malam lalu di basecamp mereka.

“Jadi sebenarnya sejak awal tahun 2024 materi sudah dipersiapkan karena ngeliat konflik horizontal yang mulai semakin menggila.”, lanjut Rebing “Urang (Saya) mah lirik, kalo musiknya baru Iyang yang buat.”

Dari penuturan Rebing, liriknya ditorehkan atas keresahan pribadi melihat apa yang terjadi.

“Intinya itu dari keresahan pribadi gitu kan, tentang keadaan, terus ya udah urang luapin dilirik. Kalau misalkan dari cara produksi lagunya si Reiwa mulai dari aransemen. Dari Iyang dilempar ke kita gitu kan para personal terus urang sebagai penulis ya tinggal nyari notasi kalau misakan ada part-part yang emang ada kayanya harus dipoles dikit, paling diriungin lagi. Tapi yang jelas aransemen dulu, baru notasi,” jelas Rebing.

Bocoran dari Rebing, lagu yang siap bombardir Doomsday besok berjudul Anosmia Empati yang mengisahkan fasisme terhadap kaum proletar.

“Anosmia Empati mah sebenernya lebih ke arah spesifiknya buat ke orang-orang fasis, jadi buat para pemangku kebijakan yang buta dan tuli terhadap kaum-kaum proletar,” ucapnya.

Saat ditanya soal ketertarikannya soal isu sosial dan politik, Rebing menjelaskan bahwa di EP ini sekadar tematik saja.

“Kayaknya engga sih, ini sebagai portal pembuka aja lebih ke arah pengenalan mungkin ya. Tapi yang jelas pasti ada arah kesana cuman ga dibikin lebih spesifik ke EP yang sekarang,” tuturnya menambahkan.

Selain lagu Anosmia Empati, dua lagu barunya berjudul Bigot dan Fundamental. Menurut Rebing kembali, tiga single di EP ini merupakan satu kesatuan atau trilogi.

“Nah si lagu itu teh semuanya saling berkaitan, semacam trilogi,” terangnya.

Tiga materi ganas pada EP ini merupakan amunisi baru Reiwa dihadapan para pecinta musik keras di Doomsday. Bocorannya selain membawakan tiga lagu baru mereka, juga membawakan dua lagu cover untuk memanaskan Bandung dipagi hari nanti.

“Yaa, sekalian rebranding, gitulah!”

Diakhir wawancara, Reiwa berharap bisa memberikan tampilan terbaik dan memuaskan para audience nanti besok Minggu yang perhelatannya akan diselenggarakan di Lapangan Pusenif, Bandung.

“Pokoknya yang jelas si Reiwa bakal lebih proper, beda, dan akan lebih keras lagi. Semoga puas dengan amunisi baru kami,” tegas Reiwa.

Jadi gimana, apa kalian juga tidak sabar melihat penampilan Reiwa nanti? Sampai ketemu besok yaaa!! —hell yah\m/