Awal Oktober lalu, tanpa gembar-gembor dan pesta besar, The Upstairs diam-diam meniup lilin ke-24 perjalanan karir bermusik mereka. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari era Antahberantah melewati ledakan Semburat Silang Warna, dari panggung kecil di Cikini hingga melintasi batas kota dan generasi. Alih-alih merayakannya dengan kemewahan, band legendaris ini memilih cara yang lebih intim dan penuh makna yaitu dengan menghidupkan kembali “Satelit”, salah satu lagu ikonik mereka.
Bagi Jimi Multhazam sang vokalis, “Satelit” bukan sekadar lagu lama yang diangkat dari lorong waktu. Lebih dari itu sebagai penanda personal pada sebuah titik balik dalam caranya memandang lirik. Di titik itulah ia mulai melihat proses menulis sebagai semacam teater di dalam kepalanya mulai dari menyusun adegan, membentuk ruang, menghadirkan narasi dan rasa sinematik yang kuat.
“Satelit jadi titik itu buat gue dalam pencapaian lirik yang paling berarti,” tegas Jimi. Dari lagu inilah ia merasa memasuki babak baru sebagai seorang penulis.
“Satelit” pertama kali mengudara di album Energy (2006), sebuah era di mana The Upstairs sedang berada di puncak euforia disko dan new wave. Hampir dua dekade berselang, lagu ini kembali dibaca dengan napas yang sama sekali berbeda. Adalah Rian Ajhi, sang drummer yang menghidupkannya kembali dalam rupa electronic dance yang berdenyut modern. Rian banyak bereksperimen dengan sampling sound yang diolah dan dipadukan dengan tekstur analog.
“Prosesnya tidak sebentar. Saya benar-benar keseimbangan agar energi elektroniknya tetap terasa dinamis dan hidup, bukan sekadar ritme yang datar,” ungkap Rian.
Hasilnya adalah sebuah versi “Satelit” yang memompa namun tetap terasa hangat. Futuristik tapi jejak nostalgianya tak hilang.
Namun, perayaan ini tidak berhenti pada satu versi saja. The Upstairs ternyata juga menyiapkan “Satelit (V.2)”, sebuah interpretasi akustik bernuansa chamber. Versi ini berawal dari permainan gitar Jimi di studio yang kemudian dikembangkan secara apik oleh Gabby Miranda, sang keyboardist. Gabby menciptakan ruang baru di dalam lagu lama itu kemudian menjadikannya lebih intim dan melankolis tanpa mengikis karakter aslinya.
Menurut Jimi, kedua versi ini adalah cerminan sempurna dari kepribadian musik para personel yang berbeda namun saling melengkapi.
“Rian punya naluri tajam terhadap musik electronic dance, sementara Gabby punya ketertarikan kuat pada musik klasik dan jazz. Kita bebaskan mereka bikin versinya sendiri. Kalau ini dijadikan rilisan 7 inch, side A-nya remix by Rian Ajhi, side B-nya remix by Gabby Miranda,” Jimi menambahkan.
Untuk visual, The Upstairs mengambil langkah yang tak kalah berani. Video musik “Satelit” digarap dengan berbasiskan Artificial Intelligence (AI) oleh Caezz (AI Artist) dan Ricky Malau (Story). Video tersebut menjadi representasi visual dari bagian interpretasi lagu.
“AI ini kayak alat buat mewujudkan hal-hal yang dulu cuma bisa ada di kepala. Kita pengen hasil yang dramatis dan bisa memancing perbedaan cara pandang.” ujar Kubil Idris, gitaris.
Mungkin tidak semua mata akan langsung menangkap maksudnya, tapi justru disitulah letak daya tariknya dengan membuka ruang tafsir baru tentang cara kita memandang The Upstairs hari ini.
Di balik layar, produksi “Satelit” juga didukung oleh sejumlah nama sebagai kekuatan internalnya. Rian Ajhi tidak hanya meremix tetapi juga mengerjakan aransemen, sementara Haryo Widi (bass) turun tangan menangani mixing. Moko Aguswan bertanggung jawab atas mastering, dan sentuhan visual artwork dipercayakan kepada seniman Aliefya Stann.
Lagu “Satelit” versi anyar ini sudah bisa kamu dengarkan di berbagai digital streaming platform. Sementara video musiknya yang penuh teka-teki sudah tayang perdana di kanal YouTube resmi The Upstairs pada Kamis, 23 Oktober 2025 lalu.
Rilisan ini merupakan sinyal pertama dari fase baru The Upstairs di usianya yang telah 24 tahun. Jika “Satelit” adalah sebuah transmisi, maka album baru yang dijadwalkan rilis saat mereka genap berusia 25 nanti adalah jawabannya.
Dua puluh empat tahun telah berlalu. Dunia musik telah berubah berkali-kali, tapi The Upstairs tetap melaju. Dan memang, tak ada kalimat yang lebih pas untuk merangkum semangat mereka selain, the party must go on! (INQ)
The Upstairs:
Jimi Multhazam: Vocal
Kubil Idris: Gitar
Rian Ajhi : Drum
Haryo Widi: Bass & Synth Bass
Gabby Miranda: Keyboards
Passia Akilla: Backing Vocal