People Sweet Kembali Dengan Membawa Identitas Diri Yang Bertajuk Parade Ego

Categories: Music

Share
Band Post-Hardcore yang baru-baru ini viral asal Karawang, People Sweet, baru saja meluncurkan single barunya yang bertajuk “Parade Ego."

Parade Ego merupakan single terbaru usai tujuh bulan merilis single “Trauma" serta menjadi lanjutan dari petualangan baru People Sweet sebagai pemantik perjalanan panjang mereka.

Menurut People Sweet, Parade Ego adalah karya musik penuh amarah yang dibalut dalam dinamika distorsi yang agresif dan lirik sarkastik. Lagu ini menggambarkan bagaimana ego manusia kadang menjadi panggung sandiwara yang merusak relasi dan kemanusiaan. Dengan gaya penulisan lirik yang tajam dan atmosfer musikal yang gelap namun catchy, Parade Ego menjadi cerminan reflektif atas konflik internal yang dipertontonkan ke publik.

People Sweet adalah band Post-hardcore asal Karawang, Jawa Barat yang dibentuk tahun 2015. Dengan pengaruh musik dari alternatif 2000’s, post-punk, dan sedikit sentuhan elektronik, People Sweet dikenal juga dengan lirik-liriknya yang puitis dan tajam. Mereka menyatukan amarah, kejujuran, dan melodi dalam satu ledakan suara. Terbentuk dari berbagai latar belakang, salah satu hal yang membuat band ini menonjol adalah kehadiran personel perempuan di lini depan membuktikan bahwa energi tak mengenal gender.

Klip Yang Membuat Merinding Semua Orang 

People Sweet merilis MV Parade Ego melalui laman YouTube mereka, MV ini digarap langsung oleh tangan Puji Afrizal dan Ekal sang vokalis. Suguhan performance clip apik yang menampilkan Raysa A. S sebagai model dengan latar rimbunnya hutan. Menurut Ekal MV ini lagu ini ditulis sebagai bentuk keresahan personal band atas budaya egoisme dan narsisme yang kerap ditemui dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan pertemanan, hubungan, bahkan ranah publik seperti media sosial. Parade Ego ini mengajak pendengar untuk merenung tentang batas antara ekspresi diri dan kesombongan yang membutakan. "makanya itu kita mengambil setting tempat di hutan karena ada ego yang tersesat hutan hahahaha," ucapnya. Bahkan clip ini mendapatkan predikat 'pecah' oleh reviewer pecinta musik keras, Bang Ghulam di channel YouTube nya. Parade Ego sendiri merupakan identitas asli band asal Karawang ini, yang sebelumnya pernah merasakan musik pop punk dan emo ballad. Namun di single ini, People Sweet akhirnya mengembalikan suka cita para emo lovers era 2000-an, dimana musik emo dan post-hardcore sedang berjaya kala itu.

Dengan Formasi Baru Siap Melanjutkan Perjalanan.

Terdengar kabar bahwa Devira (Gitaris) memutuskan untuk rehat sejenak dari aktivitas bermusik, dan di klip Parade Ego adalah penampilan terakhir Devira untuk People Sweet. Tak hanya itu, mereka juga sedang mengalami kekosongan pada posisi drum. Tak heran jika di MV Parade Ego, People Sweet menampilkan Akbar Zildjian dari Javanese Cat untuk mengisi posisi drum di klip single tersebut. Dan untuk saat ini formasi People Sweet hanya menyisakan Ekal (vokal/scream) dan Trisna (Gitar), serta tambahan pemain bass yang sudah diisi oleh Toto Sanjaya. Kabarnya juga mereka sudah menemukan drummer baru untuk petualangan baru mereka dan mungkin akan mempermanenkannya, siapakah dia? Apakah  Bounty Ramdhan "Sheila on 7" atau Putceh "Burgerkill"? Kita tunggu saja.
Parade Ego sendiri akan rilis masal di platform digital pada pertengahan bulan Agustus ini. Dimana media YouTube sebagai pintu masuk awal promosi lagu ini, MV Parade Ego sudah tayang di YouTube sejak pertengahan Juli lalu. Dan selamat untuk People Sweet dengan aransemen galaknya lagu Parade Ego, menyala terus orang manis!!!  (RCAF)


Kolaborasi Lintas Pulau: Tansyah feat Arulissaa "Perihal Waktu"

Categories: Music

Share
Solois muda asal Cikampek, Karawang, Tansyah kembali merilis single terbarunya "Perihal Waktu" bersama musisi muda berbakat asal Gorontalo Arulissaa sebagai teman duetnya.
Single dengan nada intro yang bernuansa Indonesia banget ini Tansyah mencoba mengekspresikan diri dengan mengeksplorasi musiknya lebih dalam. Sebelumnya solois ini merilis EP Menuju Titik Temu pada 2024.

Proyek Kolaborasi Jarak Jauh

Dari Cikampek ke Gorontalo berjarak 2.605 km tak membuat Tansyah gentar untuk berkarya dan mengajak Arulissaa untuk berkolaborasi, sehingga mereka saling kirim file saat proses produksi. Tansyah juga menjelaskan awal perkenalannya dengan Arulissaa "Awal gue kenal Arulissaa kita saling follow di IG, dan juga DM-DMan lalu kami lanjut ke WhatsApp dan akhirnya ya ngobrolin projekan ini siih." Ucap Tansyah. 

Perihal Waktu bagi Tansyah menjadi sebuah penanda dan pembuka bagi perjalanan karir musiknya. Single ini ditulis dan diaransemen oleh Tansyah, serta memiliki makna yang begitu dalam. Lagu tersebut bercerita tentang sebuah peran seseorang dalam hidup kita yang datang dan pergi silih berganti. Tansyah menyelipkan pesan dalam lagu ini bahwa kita harus tetap menatap kehidupan yang ada di depan sana, mengikhlaskan sesuatu memang tidak bisa dipaksakan, sebab pada akhirnya semua hanya datang dan pergi.

Dikemas Dengan Nuansa Berbeda 

Perpaduan antara musik indie pop dan alternative yang dikemas dengan nuansa lebih gloomy meskipun essentials pop nya masih kuat sekali, single ini sedikit berbeda dengan konsep EP sebelumnya yang lebih ke arah indie folk, meskipun begitu namun lagu ini tetap easy listening untuk dinikmati sambil menyeduh kopi di sore hari. Single Perihal Waktu sudah tersedia di semua Digital Platform Streaming sejak 27 Juni 2025. Dengarkan dan nikmati karya Tansyah feat Arulissaa yang satu ini guys!!! (RCAF)

Steps Behind Mencoba Gebrakan Baru Bersama Sansan “Pee Wee Gaskins” Bertajuk “Empty Page” Hasilnya Diluar Dugaan

Categories: Music

Share
Langit Jakarta belum sepenuhnya gelap. “Empty Page” dari Steps Behind hadir bak hantaman pertama setelah sunyi lumayan lama. Single ini membawa vibes yang cukup berbeda dari biasanya, emosional yang kental, dan menggema dari kepala-kepala yang kehilangan arah.

Kehadiran Fauzan “Sansan” dari Pee Wee Gaskins memberi warna yang lebih mengguncang. Vokal khasnya membawa dinamika geram dan mentah, memberi tekanan emosional yang mendalam sesuai dengan karakter suarnya. Diluar dugaan tidak hanya sebagai kolaborator, tetapi juga menjadi katalis emosi yang menuntun lagu ini ke sebuah proses menuju Steps Behind yang baru. 

Menariknya proses rekaman vokal juga berlangsung di Jejak Digital Records bersama Chandra Erin (Sunrise/KILMS), sementara urusan mixing dan mastering diolah oleh Fakhri Nurluthfi dari RFNP Records. Setiap detail dalam lagu ini dirancang untuk menjaga energi presisi Steps Behind itu sendiri. Masih dengan formasi yang sama Alessandro W (vokal), Fakhri Nurluthfi (Gitar dan Vokal), Muhammad Afrizal (gitar), Bagja Satria (bass) dan Sigit (dram).

Untuk lirik ditulis langsung oleh sang vokalis Alessandro W yang dikenal dengan sapaan Ale dan Taufik Maulana(NVNA), lagu ini menyuarakan keresahan yang akrab yaitu sebuah krisis identitas dan kepercayaan diri yang remuk akibat trauma yang terus membekas. Lirik-liriknya terasa seperti isi jurnal seseorang yang enggan dibaca siapa pun, namun justru menyentuh banyak jiwa yang sedang berproses. Dimana kebanyakan orang merasakan kehilangan jati diri, kehilangan perasaan mencintai dan juga krisis kepercayaan karena berbagai trauma yang telah dilewati mereka.

“Empty Page” memberi ruang bagi pendengarnya untuk memproyeksikan luka-lukanya sendiri. Setiap ketukan, setiap distorsi, adalah tempat berlindung bagi mereka yang sedang merasa goyah namun tetap ingin berdiri. Lagu ini terasa seperti teman seperjalanan, hadir di tengah gelap yang belum tahu kapan reda, namun tidak pernah benar-benar sendiri.

Lagunya sudah bisa didengar oleh kita semua di seluruh digital platform resmi milik mereka, sekali lagi congratulations! there was great colaboration (INQ)