Kawula-Rock adalah istilah yang IGMO sematkan untuk musik mereka. Perpaduan antara kerasnya rock era ‘70-an ala Led Zeppelin dan Wolfmother dengan dibumbu kekinian. Dan “Curriculum” mempertegas itu, sebagai manifesto musikal IGMO yang lebih matang, berani, dan tentunya liar.
Setelah sempat senyap di radar, IGMO kembali menampakkan taringnya lewat “Curriculum”—sebuah single pembuka yang menandai era baru dari kuartet asal Kediri ini. Trek ini resmi mengawali perjalanan menuju album kedua mereka yang diberi judul Absurd, Artificial, Potential (AAP), dan telah dirilis digital pada 11 April 2025 di bawah naungan Soundjana Creative.
Tak hanya itu, “Curriculum” juga menjadi bagian dari Spyhole—EP eksklusif tiga lagu yang hanya tersedia di Bandcamp. Dua trek lainnya adalah “Rolling Toward the Gate” dan “Spyhole” itu sendiri.
“Curriculum” adalah sebuah lagu yang menggambarkan IGMO pada EP Absurd, Artificial, Potential—ibarat kartu nama baru IGMO.
“Di album ini, kami ingin menantang diri kami sendiri. Seberapa jauh kami bisa mengembangkan musik yang kami ciptakan,” kata Pradio Manggara Putra, frontman IGMO, sekaligus songwriter-producer lagu ini.
Hasilnya? Sebuah legacy dengan atmosfer rock modern, tapi dibumbui elemen yang jauh dari kata “biasa”. Dengarkan kemudian get the vibes, kamu akan menemukan sentuhan progresif, kocokan reggae, bahkan rasa pelog Jawa yang sekilas mendengung, tapi tidak membuatnya terdengar absurd.
Secara lirik, Curriculum (dan album AAP secara umum) mengusung tema besar: permainan. Maknanya bisa luas. Dari dinamika antar-manusia sampai struktur sosial yang kompleks.
“Ini bisa dimaknai macam-macam,” tutur pemuda asli Kediri itu.
“Bisa (permainan) antar-manusia hingga sesuatu yang lebih kompleks seperti struktur & sistem.” Tambahnya.
Meski terdengar rumit, lagu ini tetap ramah di telinga. IGMO tampak semakin mahir mengolah dinamika tanpa kehilangan hook dan riff-riff yang menggigit.
Artwork untuk AAP, termasuk single ini, digarap oleh sang gitaris, Iga Dahana, sementara foto-foto promo diambil oleh Aditya Ferdian. Semuanya serba DIY, menandakan mental kreatif yang tangguh tiap personel.
Berbicara soal Extended Play (EP) Spyhole yang dirilis secara eksklusif di gerai unduh-bayar Bandcamp.
“EP tersebut kami buat untuk para pendengar album pertama kami, Take It Over, sekaligus jembatan untuk AAP,” pungkas Anggra, bassist IGMO.
Kalau kamu tertarik dengan musik rock dengan jalinan narasi dan sonik yang berbalut eksperimental, IGMO jelas band yang patut diwaspadai. Absurd, Artificial, Potential sedang menunggu giliran untuk mendobrak—dan “Curriculum” adalah pintu masuknya. Congratulations! (INQ)