People Sweet Rilis Single "Trauma", Dirancang Lebih Agresif dan Brutal

Categories: Music

Share
Bahas talenta-talenta musik di Karawang, tentu saja banyak sekali khususnya sirkel generasi baru. Salah satu dari mereka adalah People Sweet.

People Sweet merupakan salah satu band underground asal Karawang, Jawa Barat, dengan membawa bendera post-hardcore. Band ini digawang oleh Ekal pada Vokal, Trisna pada gitar, Afdian pada Drum dan dilengkapi oleh Devira satu-satunya personil cewek yang diplot sebagai pengisi divisi gitar ritem sekaligus backing vokal di band ini. 

People Sweet dibentuk dengan semangat bermusik yang memadukan raw energy, lirik-lirik yang penuh luka, juga distorsi high gain yang dinamis dan dipastikan mampu menciptakan vibrasi liar yang siap membakar emosi para pendengar.

Kupas single terbaru “TRAUMA”

Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang yang melawan luka batin paling dalam, dibalut dengan vokal yang dinamis perpaduan clean vocal dan growl yg kuat diiringi dengan pergantian tempo yang cepat khas post-hardcore. 

“TRAUMA” sengaja ditulis bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa setiap orang dapat menghadapi dan mengatasi luka batin mereka. Lagu ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pendengar untuk membangkitkan kekuatan dan harapan melalui single mereka.

Produksi lagu ini dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh anggota band untuk menghadirkan karya yang otentik, organik dan penuh energi. 

“Kami harap lagu ini bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang berjuang bahwa Anda tidak sendirian. Semoga pesan dan energi dari ‘TRAUMA’ bisa menguatkan hati pendengar,” ujar Ekal.

"Trauma" Dirancang Lebih Agresif dan Brutal

“Trauma” membawa kita kembali pada atmosfir post-hardcore pada zamannya namun tetap brutal dinikmati saat ini. Dengan tone distorsi gitar yang sedikit lembab dan breakdown yang tidak mudah ditebak, melodi riff-riff liarnya membuat lagu ”Trauma” lebih buas dari biasanya. Perpaduan antara hardcore punk, melodic, hingga metalcore terasa kuat. Dengan tempo prestissimo lagu ini cocok sebagai lagu pembuka dalam memanaskan audience untuk moshing bersama. Tak lupa juga lengkingan teriakan Ekal mengalun lagu ini menjadi lebih bernyawa.

Single “TRAUMA” telah dirilis pada 26 desember 2024.
Lagu ini sudah tersedia di kanal YouTube resmi PEOPLE SWEET dan di berbagai platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya. Let’s bang our head. Hellyeah. (INQ)

Kredit Lagu"TRAUMA" 

Produced by PEOPLE SWEET 
Compose by Sadekala 
Lyrics by Sadekala 
Performed by PEOPLE SWEET 
Arrangement by Sadekala, Trisna
Recorded at JFH PRODS 
Mastered & Mixing by JFH PRODS 
Visual Credits : 
Artwork by WhellyArt 
Lyrics Video by BSA Graphic 
©️®️ 2024 PEOPLE SWEET

UNGKAP KERESAHAN TENTANG KETIDAKADILAN SOSIAL DI MASYARAKAT, HOLY CITY ROLLERS KEMBALI DENGAN SINGLE TERBARU “THE SOCIETY”

Categories: Music

Share
Jika kalian suka dengerin The Stroke, Arctic Monkeys, Cage The Elephant atau mungkin juga Youth Group, silahkan kalian dengerin quartet rock asal Jakarta, Holy City Rollers. Band yang terbentuk 21 tahun silam ini sering mengangkat tema sosial yang menghadirkan masalah perkotaan dan kebebasan diri dengan balutan musik garage  & rock n' roll yang dipadukan dengan elemen-elemen pop 60's.

Debut album mereka, First Chapter of Allordia (2008), sukses mencuri perhatian dengan lagu-lagu seperti “Hook Up” dan “Kingdom of Allordia”. Setelah itu, Holy City Rollers terus mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta tampil di berbagai festival musik. Diperkuat oleh Stevanus Sada (drum), Alfiando Khrisna (Gitar), Mesa Sinaga (Gitar/Vokal), dan Andrey Miko (Bass) yang sangat matang dalam hal act of stage dari gigs to gigs.

Hiatus dan Kembali

Setelah beberapa tahun hiatus, mereka kembali dengan energi baru. Single pertama di era baru, Chivalry (2019), membuka jalan menuju EP Evolve (2021), yang memuat lagu-lagu seperti “Blister” dan “Sunset”. Dan di akhir tahun 2024, Holy City Rollers kembali luncurkan single terbaru “The Society”, yang menjadi bagian dari album yang akan datang.

Single "The Society"

Lagu yang telah dirilis tanggal 6 Desember 2024 ini mengungkapkan keresahan terhadap ketidakadilan sosial, dimana banyak orang menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi. Fenomena ini mencuat dalam berbagai aspek, mulai dari politik hingga media sosial, di mana norma dan kebenaran sering diputarbalikkan demi kepentingan pribadi. 

Lagu ini mengajak kita untuk menyadari kepalsuan tersebut dan berjuang untuk perubahan yang lebih adil. Dengan komposisi musik yang catchy single ini memiliki sentuhan aransemen indie rock dengan perpaduan alunan riff gitar british drive yang mudah melekat di telinga dan juga lirik yang mudah diikuti pendengar. (INQ)

Song Credits
Artist: Holy City Rollers
Written by Mesa Sinaga
Performed by Holy City Rollers
Produced by Holy City Rollers
Mix and Mastered by Zulki Sunarya at Sine Studio
Record Label: Holy City Rollers

Kingkong Milkshake Merefleksikan Korban KDRT Lewat Single “Elegi”

Categories: Music

Share
Power Trio asal Malang, Kingkong Milkshake, kembali melepas single teranyar mereka yang berjudul “Elegi”. Single yang mengangkat tema tentang trauma korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), lagu ini menjadi ruang refleksi bagi pendengar yang pernah mengalami situasi serupa. Meskipun cerita yang disampaikan sangat personal, Elegi dikemas secara umum agar dapat dirasakan dan dipahami oleh banyak orang, terlepas dari latar belakang atau pengalaman masing-masing dari mereka. Saddad sang penulis lirik lagu ini berharap, kalo lagu ini bisa mendorong kesadaran, sekaligus memberikan harapan akan pemulihan mental penyintas traumatik korban KDRT. 

Kepada tim BVCKLE SMIGGLE, Saddad mengungkapkan, “Sebenarnya lagu ini aku angkat dari kisah nyata tapi bukan dari sumber teman dekat. Aku mencoba menginterpretasikan peristiwa tersebut di kepalaku, lalu menuangkannya menjadi lirik. Ya harapanku sih, lagu ini bisa jadi theme song bagi siapa saja mereka yang mungkin sulit menyampaikan apa yang mereka rasakan. Jadi, sekedar aku ambil dari sudut pandang pengamat yang melihat peristiwa ini dari jauh. Kemudian, aku interpretasi sendiri peristiwa ini di kepalaku, kemudian aku tulis menjadi lagu ‘Elegi’,” tuturnya.

Proses Kreatif Yang Relatif Singkat

Proses pembuatan “Elegi” berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Setelah dua kali pertemuan awal di bulan September 2024, band ini langsung masuk ke tahap workshop dan rehearsal hingga bulan Oktober. Rekaman dilakukan di studio Vamos Records di Malang, dengan bantuan produser sekaligus sound engineer, Yasa Wijaya.

“Workshop lagu “Elegi” kami mulai dari awal bulan September 2024. Setelah dua kali meeting, kami langsung melanjutkan dengan membuat demonya dan rehearsal hingga bulan Oktober 2024 awal. Setelah rehearsal, di bulan Oktober pula kami rekaman lagu
tersebut,” jelas Saddad

“Dalam produksi “Elegi”, prosesnya tidak banyak kendala, meski kami sempat mengalami kesulitan dalam menemukan notasi. Biasanya metode yang kami pakai adalah dengan modal lagu yang sudah direncanakan di dalam kepala, baru kami mulai workshop. Akan tetapi, untuk single ini kami coba mulai semuanya dari nol tanpa membawa ide sebelumnya. Itu adalah pengalaman baru bagi kami,” tambah Saddad.

Elegi menjadi single pamungkas bagi Kingkong Milkshake di akhir tahun 2024, yang menjadi rangkaian proyek besar mereka dengan merilis Album penuh (LP) pada tahun 2025. Meskipun proses penggarapan yang cepat, Kingkong Milkshake tetap berusaha menghadirkan sebuah karya yang dapat menyuarakan keresahan-keresahan kehidupan modern secara komprehensif.

“Melalui ‘Elegi’, kami ingin memberikan pesan bahwa kita semua bisa bangkit dari luka, apapun bentuknya,” tutup Saddad.

Harapan Untuk "Elegi"

Dengan “Elegi”, Kingkong Milkshake berharap bisa terus memberikan pesan yang relevan dan menggugah, sekaligus tetap mempertahankan semangat musik pop-punk yang mereka usung. Single “Elegi” sudah bisa didengarkan di semua platform digital sejak 6 Desember 2024. (INQ)

Sejarah Singkat Kingkong Milkshake 

Kingkong Milkshake berdiri tahun 2012 di kota Malang,Jawa Timur. mengusung genre Punk Rock/Pop Punk yang diperkuat Edo Rahmad (drums), Muhammad Musaddad (vocal and bass) dan Muhammad Nizar (guitar). 

Diskografi 

Album:
•Melampaui Garis - EP (2016)
•Teleportasi (2020)
Single:
•It’s My Fault To Let You Go (2023)
•Ancaman Kota (2024)
•Elegi (2024)

Kredit Produksi "Elegi"

Lyric by Mohamad Musaddad
Composed by Mohamad Musaddad, Muhammad Nizar and Edo Rahmad
Arranged by Mohamad Musaddad, Muhammad Nizar and Edo Rahmad
Produced by Yasa Wijaya
Mixing and Mastering by Yasa Wijaya at Vamos Record
Recorded at Vamos Records
Cover Artwork by Saylendra Agni
Color Publicity Photo by Fian Mahendra 
Black and White Publicity Photo by Sevi