Lepaskan Manifesto Optimisme Pada Debut EP WUSS

Categories: Music

Share
Setelah merilis lead single “Lunar” beberapa waktu lalu, akhirnya band indie rock asal Malang, WUSS resmi merilis EP perdana mereka yang berjudul “We Undercover Super Softy”. EP ini adalah manifestasi langkah besar pertama bagi Sabiella Maris (gitar, vokal), Brilyan Prathama (gitar, vokal), Rara Harumi (bass, vokal), dan Rufa Hidayat (drum) dalam memperkenalkan karakteristik epik ditiap lagu dan merangkul pendengar untuk terjun ke dalam vibrasi indie rock energik namun harmonis.

Tema dan narasi EP 

“We Undercover Super Softy” menghadirkan lima lagu yang masing-masing menggambarkan pengalaman hidup sehari-hari, tentang cinta, kesedihan, hingga perasaan yang tidak menentu. Isyaratkan pesan-pesan optimis dan inspiratif agar pendengarnya selalu bangkit dalam melanjutkan hidup disetiap tantangan kehidupan yang silih berganti.

"Dalam lirik-lirik kami, selalu ada secercah harapan di akhir seperti pengingat bahwa kita semua bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik." kuak Sabiella.

Kolaborasi dengan Dandy “Much”

Hal menarik pada EP ini ada pada lagu “Cast Shadow Over“, menampilkan spesial kolaborasi bersama Dandy Gilang (Much, Write The Future, Linger). 

Lagu ini memadukan karakter vokalis Dandy dengan melodi dan harmonisasi dari WUSS, bersama mereka menciptakan suatu legacy yang catchy serta diharapkan melekat di hati dan telinga para pendengarnya.

Ulasan Track List “We Undercover Super Softy” Dan Proses Kreatifnya

Ada lima komposisi lagu yang dituangkan pada “We Undercover Super Softy” yang merupakan paduan overdrive manis dengan dinamika indie rock fuzzy dengan timbre suara khas sang vokalis yang saling melengkapi. Melodi gitar cenderung repetitif namun harmonis ditiap lapisan nada yang berhasil membangun atmosfer melankolis sekaligus uplifting sesuai dengan lirik-liriknya inspiratifnya. Dengan tempo drum yang mampu mengundang audiens untuk sing along hingga melakukan stage diving.

Untuk track list sendiri— “Lunar” merupakan yang pertama dilepas, “Cast Shadow Over feat Dandy Gilang”, “Heavy Heart”, “Smitten with (someone), yang terakhir adalah “Firm” yang sangat pas sebagai hidangan penutup. 

Proses kreatif pada EP ini berlangsung di Griffin Recording Studio, dengan Satrio “Ayok” Utomo (SFHC) bertindak sebagai sound engineer serta menangani mixing juga mastering. Untuk lirik lagu diracik sendiri oleh Sabiela Maris. Kemudian song composed dilakukan Brilyan Prathama bersama Sabiella Maris.

“Kami berkolaborasi erat dengan Mas Ayok  untuk memastikan setiap elemen suara yang kami inginkan terdengar jelas dan kuat,” tambah Brilyan meyakinkan.

Sedangkan cover untuk EP—Sabiella menjelaskan, bahwa artworknya bekerja sama dengan seniman Farhan Endy dari Conbini ini menampilkan gambar kucing sebagai simbol utama. 

"Kucing sering kali dikaitkan dengan keberuntungan dan filosofi kehidupan. Kami ingin membawa unsur itu ke dalam EP ini, semoga kita juga jadi lebih beruntung!" ungkapnya semangat.

Lekas dengarkan EP “We Undercover Super Softy” milik Wuss di semua DSP. Yang telah dirilis sejak 15 November 2024 lalu oleh Haum Entertainment. Super damn lit! (INQ)

List Contact Wuss

Tel/WA: 081216732645 - Brilyan
Email: wusssssofficial@gmail.com
Instagram : @everybodywuss
Press (Haum Entertainment) : +62 857-3098-2981 / @haumentertainment

Band Emo Asal Jombang, Fiore Rilis Single Bertemakan Kisah Antiklimaks Dramatis

Categories: Music

Share
Fiore, unit emo jagoan Jombang tersebut kembali merilis single terbaru “When The Seasons Change” dua tahun setelah album perdana mereka “Tell A Story” yang rilis 2022 lalu dan single “Termala” pada 2023. Fajar Ikhsani (Vocal/Guitar), Tomy DC (Guitar), Dhani (Guitar), Afandi Bakir (Vocal/Bass), Umar Faruq (Drum) kembali menyelami tema depresif dalam lagu ini. Namun, kali ini bukan dari perspektif sepasang kekasih namun dari perspektif keluarga muda. 

Single “When The Seasons Change” ini bertema kisah antiklimaks dramatis yang awalnya penuh harapan namun berakhir duka di mana harapan-harapan yang banyak tadi kini tersisa tinggal satu dan harus dijaga dengan baik. Kisah ini juga terinspirasi dari pengalaman teman dekat dari Fiore.

“Kisah ini berawal ketika pasangan suami istri muda mulai mendapatkan harapan mereka satu-persatu terwujud. Namun, ketika sang suami berharap menjalani cita-cita bersama, ternyata sang istri tidak bisa ikut menemani karena meninggal setelah melahirkan,” kuak Faruq.

Artwork dari single “When The Seasons Change” visualisasikan kisah lagu tersebut, dengan bunga-bunga bertebaran di antara sosok laki-laki dan anak kecil.

“Salah satu harapan pasangan tersebut tergambar di dalam artwork sebagai bunga-bunga yang bertebaran yang mencerminkan harapan-harapan yang telah mekar, dan harapan terbesarnya  adalah anak,” lanjut Faruq

Single “When The Seasons Change” yang terpilih sebagai single jagoan untuk album mendatang dari Fiore ini juga adalah track terakhir dari album tersebut. Dengan pendekatan musikal berbeda, kali ini Fiore menambah nuansa nelangsa lagu tersebut dengan sebuah ending antiklimaks. 

“Single ini juga banyak elemen repetisi, part yang diulang-ulang terus, yang menggambarkan selama perjalanan, diharapkan rutinitasnya berakhir bahagia, ternyata antiklimaks,” tutur Faruq.

Proses produksi “When the Seasons Change” dimulai pada April 2024, bersamaan dengan produksi lagu-lagu yang lain yang akan hadir di EP mendatang. Single ini diproduksi oleh Fiore dengan lirik ditulis oleh sang vokalis Fajar Ikhsani, direkam oleh  Fajar Ikhsani, Yudysfianda di MDuabelas Studio (@mduabelasstudio_). Untuk sound engineer yang meracik mixing dan mastering lagu ini, Fiore memilih Winaldy Senna kemudian untuk pengerjaan Artwork album mereka mempercayakan goresan kepada @Every.day.hate.

Bagi penikmat musik emo yang juga menyukai 2nd wave emo ala The Gloria Record, Mineral atau Elliott ataupun penggemar Last Child, single ini wajib dimasukkan kedalam daftar playlist. “When The Seasons Change” telah dilepaskan di semua platform official Fiore sejak tanggal 31 Oktober 2024. Yeah! Congratulation sudah membuat lagu yang sekonyong-konyong bisa merobek kantung air mata.(INQ)

Electric Bird Hadir dengan Formasi dan Single Baru, “Sious”

Categories: Music

Share
Unit garage rock asal Surabaya, Electric Bird kembali menyapa pendengarnya dengan merilis single anyar bertajuk "Sious". Karya ini dilepas sebagai pembuka bagi album kedua bertajuk "Odyssey" yang bakal segera mereka lepas dalam waktu dekat.

Lewat perilisan single "Sious", Electric Bird juga mengumumkan formasi baru yang kini diperkuat oleh Rahmana Wiradanu (bass/vokal) dan Vicky Khoirul Aslam (gitar), Ahmad Dafa Fajar Ananda Putra (gitar), dan Adella Pramestie Kirana (drum).

Dengan formasi baru ini, Electric Bird seolah ingin menegaskan warna baru dalam musik mereka, usai sang penabuh drum, Arik, memutuskan berpisah secara baik-baik. Danu dan Vicky mengatakan bahwa penambahan personel di departemen gitar sejatinya merupakan wacana lama jauh sebelum Arik pergi.

"Sangat excited dan semakin semangat untuk berkarya dengan hadirnya dua anggota baru, Dafa dan Adell," kata Danu dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Vicky memastikan bahwa Electric Bird akan terus melaju dengan ciri mereka selama ini. Hadirnya personel baru, justru bakal menambah komitmen sesama personel yang telah terjalin cukup lama.

Sementara dalam pengkaryaan, hadirnya Dafa dan Adell diharapkan bisa menjadi kunci dalam eksplorasi bunyi, menambah energi dan perspektif bermusik unit yang telah terbentuk sejak tahun 2015 silam ini.

"Bagi saya, bermusik itu harus punya komitmen untuk tetap terus maju. Saling mengingatkan dan tidak menjatuhkan satu sama lain lah yang membuat hubungan personal di tubuh Electic Bird terus erat, meskipun ada personel yang sudah hengkang karena masalah di pekerjaan," tuturnya.

Berbicara mengenai single "Sious", Danu menjelaskan bahwa lagu ini merupakan karya pertama yang dirilis usai hadirnya dua anggota baru. Penulisan lirik dan musik sudah digarap sejak pertengahan 2023, namun baru dapat diselesaikan di sekitar bulan Agustus 2024.

Single ini, menjadi karya pertama Danu yang liriknya ia tulis dengan sedikit sentuhan religius. Berawal dari pengalaman pribadinya yang terbilang sentimental dan memberi pelajaran bahwa manusia sejatinya selalu membutuhkan hubungan spiritual yang kuat dengan sang pencipta.

"Hubungan ini yang dapat membuat kita selalu kuat dalam menjalani hidup. 'Sious' banyak bercerita tentang itu. Perjalanan saya secara spiritual," tutur Danu.

Senada dengan Danu, penabuh drum Adell mengatakan bahwa karya ini bercerita tentang soal pribadi interpersonal-nya dengan Tuhan. Ia merasa senang dapat berkontribusi di penggarapan single "Sious" ini.

"Aku pertama kali ikut andil pada proses lagu ini lahir. Selain mengisi instrumen drum, aku juga membantu mengisi bagian backing vocal," ucap Adell.

Proses produksi single 'Sious' dilakukan di Trek House dengan Trita Rubin dan Prasimansyah sebagai operator. Proses mixing dilakukan Prasimansyah di tempat yang sama, sementara untuk proses mastering dilakukan di 912studio.

"Single 'Sious' adalah materi pertama yang aku ikut dalam prosesnya. Materi lagu ini adalah warna dan formula baru di Electric Bird," kata Dafa.

Single "Sious" milik Electric Bird sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai 7 November 2024.