Ngobrolin Soal Gigs di Roblox, Enak Enggak Sih?
Gigs virtual di Roblox lagi jadi topik panas di kalangan anak-anak skena. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Tapi, intinya sih, gigs virtual ini enggak bakal ngalahin keseruan gigs beneran.
"Beda banget sama gigs beneran. Itu mah cuma buat seru-seruan aja," kata Delpi, vokalis dari band Dongker, pas di acara We Work De Talk.
Acara yang diadain sama Sublagrecs dan Posterlab ini lumayan rame, apalagi pas Delpi bahas soal gigs di Roblox.
Delpi bilang, esensi gigs itu ya harus ngerasain vibes langsung di venue, bukan cuma di layar. Roblox itu cuma buat publikasi sama ngabisin waktu luang aja.
"Di Roblox tuh bukan gigs, cuma mapping doang. Kita diajak sama Moshcorblox, kolektif yang suka bikin event di sana. Dongker juga bukan band pertama yang diajak, mereka udah jalan setahun," jelas Delpi.
Dia juga cerita kalo mereka sempet booming di Roblox pas bareng sama Grrrlgang.
Menurut Delpi, musik yang dipake di Roblox juga cuma MP3 atau rekaman dari YouTube.
"Sebenernya bisa banget buat publikasi. Tapi ya gitu, kalo buat ngerasain gigs-nya mah enggak kerasa. Lagunya aja kadang cuma MP3 atau rekaman live di YouTube, terus kita cuma loncat-loncat doang. Fenomena ini bisa dimanfaatin buat seru-seruan aja!"
Di tempat yang sama, Denboi, Community Manager dari Pophariini, setuju sama Delpi. Menurut dia, pro dan kontra itu pasti ada. Tapi, gigs di Roblox bisa jadi medium buat publikasi.
"Gue sama kayak Delpi, sejujurnya gue enggak begitu ngerti soal Roblox. Kebetulan Skandal pernah diajak main di Roblox, jadi pihak yang ngajak yang bikinin akunnya dan segala macem," kata Denboi, yang juga manajer dari band Skandal.
Intinya, Denboi bilang, esensi gigs itu ada di interaksi sama orang-orang di sekitar.
"Enggak asik kalo enggak ada kontak langsung sama yang lain," tutupnya.
Jadi, gigs di Roblox itu cuma alternative aja, enggak akan bisa gantiin pengalaman nge-gigs yang sesungguhnya. Kalau kata anak Jaksel,
"It's a different vibe." (INQ)
Gigs virtual di Roblox lagi jadi topik panas di kalangan anak-anak skena. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Tapi, intinya sih, gigs virtual ini enggak bakal ngalahin keseruan gigs beneran.
"Beda banget sama gigs beneran. Itu mah cuma buat seru-seruan aja," kata Delpi, vokalis dari band Dongker, pas di acara We Work De Talk.
Acara yang diadain sama Sublagrecs dan Posterlab ini lumayan rame, apalagi pas Delpi bahas soal gigs di Roblox.
Delpi bilang, esensi gigs itu ya harus ngerasain vibes langsung di venue, bukan cuma di layar. Roblox itu cuma buat publikasi sama ngabisin waktu luang aja.
"Di Roblox tuh bukan gigs, cuma mapping doang. Kita diajak sama Moshcorblox, kolektif yang suka bikin event di sana. Dongker juga bukan band pertama yang diajak, mereka udah jalan setahun," jelas Delpi.
Dia juga cerita kalo mereka sempet booming di Roblox pas bareng sama Grrrlgang.
Menurut Delpi, musik yang dipake di Roblox juga cuma MP3 atau rekaman dari YouTube.
"Sebenernya bisa banget buat publikasi. Tapi ya gitu, kalo buat ngerasain gigs-nya mah enggak kerasa. Lagunya aja kadang cuma MP3 atau rekaman live di YouTube, terus kita cuma loncat-loncat doang. Fenomena ini bisa dimanfaatin buat seru-seruan aja!"
Di tempat yang sama, Denboi, Community Manager dari Pophariini, setuju sama Delpi. Menurut dia, pro dan kontra itu pasti ada. Tapi, gigs di Roblox bisa jadi medium buat publikasi.
"Gue sama kayak Delpi, sejujurnya gue enggak begitu ngerti soal Roblox. Kebetulan Skandal pernah diajak main di Roblox, jadi pihak yang ngajak yang bikinin akunnya dan segala macem," kata Denboi, yang juga manajer dari band Skandal.
Intinya, Denboi bilang, esensi gigs itu ada di interaksi sama orang-orang di sekitar.
"Enggak asik kalo enggak ada kontak langsung sama yang lain," tutupnya.
Jadi, gigs di Roblox itu cuma alternative aja, enggak akan bisa gantiin pengalaman nge-gigs yang sesungguhnya. Kalau kata anak Jaksel,
"It's a different vibe." (INQ)