Revitalisasi terbaru dari Tore Up cukup menggebrak ranah hardcore baru-baru ini. Selain lebih eksploratif, beat juga riffnya tersuar brutal elegance. Quintet asal Jakarta ini—membuktikan pesona hardcore sebagai pembakar ketenangan batin, lagu ini meluapkan bait amarah dalam vokal namun tetap harmonis. Ia menelanjangi penikmatnya membawa mereka terhanyut dalam perjalanan panjang yang introspektif, suram, dan mendalam.
Tegas menurut mereka—suram merupakan hasil perjalanan panjang dalam eksplorasi batin dan pencarian makna ditengah-tengah tantangan emosional. Dalam lagu ini, Tore Up menggambarkan suasana hati dan perasaan melalui media yang haunting serta lirik yang membangkitkan. Dengan arensemen musik agresif juga vokal yang penuh perasaan. Lahir dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap dunia sekitar. Bermaksud pendengarnya merasakan helatan emosi yang dialami dan mungkin menemukan sesuatu yang terhubung dengan diri mereka sendiri.
Menjelajahi horizon baru, Tore up menjajal lirik berbahasa Indonesia. Proses kreatif digarap secara otonom di studio milik gitaris Redy Mahendra pada keseluruhan musik tanpa intervensi resonansi dari luar. Bahkan klimaksnya take vocal-pun dilakukan di gudang pakaian Hanry Marshal. Mengoptimalkan celah potensi yang ada, Tore up berdiri teguh, berkarya tanpa cela dalam gelora tak terpadamkan.
Hanry Marshal (vocal), Naufal Pradana (gitaris), Redy Mahendra (gitaris), Barni Setiawan (bass), Fiorel Fijri (drum) siap melucuti kalian semua dengan track panas mereka.
“Suram” telah dirilis horizontal pada Spotify, bersamaan dengan peluncuran video musiknya pada kanal Youtube resmi mereka “Tore Up Official”. Dan mereka siap menyelenggarakan tour di beberapa kota besar mulai Oktober nanti. Lets eat the food, rebellion!