Comeback Mengejutkan, Fletch Rilis “Zarah” Single dengan Pesan Sejati yang Bikin Merinding

Categories: Music

Share
Setelah merilis single terakhir pada 2023, Fletch kembali menghidupkan langkahnya di dunia musik lewat karya terbaru berjudul “Zarah”. Single ini menjadi simbol kembalinya energi kreatif sekaligus menegaskan kematangan secara musikal. Fletch—yang digawangi oleh Richard (vokal, gitar), Danti (ukulele), Ridla (vokal, keyboard), Naufalia (bass), Amanda (biola), dan Ade (drum)

Fletch tidak sembarangan memilih judul “Zarah.” Dalam bahasa Arab, kata ini merujuk pada zat atau partikel terkecil. Dalam Al-Qur’an, ia hadir sebagai pengingat bahwa sekecil apa pun amal maupun dosa, semuanya tetap akan mendapat balasan. Makna tersebut kemudian Fletch wujudkan dalam bentuk musikal, menjadikannya fondasi konseptual dari single terbaru mereka.

“Lagu ini berisikan peringatan hingga sindiran tentang kehidupan yang sebenarnya sering kita
dengar namun kerap kita abaikan” ucap Ridla, keyboardist sekaligus penulis lirik “Zarah”. 

Ridla bercerita bahwa proses penulisan lagu ini lahir dari perenungan yang mendalam, sebuah refleksi diri. Rangkaian kalimat yang tercipta awalnya ia tulis sebagai pesan pribadi untuk dirinya sendiri, sebelum akhirnya berkembang menjadi sebuah lagu  benar-benar bermakna.

“Harapannya, Zarah bisa jadi pengingat sekaligus tamparan halus soal hidup yang sering kita anggap remeh” tambah Ridla.

Secara musikal, “Zarah” hadir dengan warna yang lebih matang. Lapisan-lapisan instrumen terjalin lebih intim: petikan ukulele yang ringan, gesekan biola yang menyusup halus, dentuman drum yang kokoh mengikat, hingga vokal yang menyiratkan wejangan dengan tegas. Vibrasinya mampu membuat pendengar sejenak menunduk, merenung, dan kembali mengingat kefanaan hidup.

Rangkaian nasihat yang bergetar begitu dalam, berpadu dengan harmoni musik yang menyelubung, membuat siapapun yang mendengarkan sukses dibuat merinding.

Fletch menyebut “Zarah” sebagai tanda bahwa mereka masih berdiri dan berkarya. Single ini menjadi pembuka jalan mereka comeback sebagai lineup di beberapa perhelatan musik di bulan Agustus ini.

Mulai hari ini 20 Agustus 2025, “Zarah” sudah bisa kamu dengarkan di semua platform digital. “Zarah” sebuah partikel kecil yang mampu menyalakan kesadaran lewat telinga kita. Congratulations! (INQ)

"Fragments of Reality" Memberikan Emosional yang Kuat, Awalan Baru Dari Black Dig Menuju Album Mendatang

Categories: Music

Share
Black Dig, band asal Jakarta yang terdiri dari Fadel (Vokal), Adjie (Gitar), Rangga (Bass), Reza (Gitar), dan Amar (Drum), resmi meluncurkan single terbaru berjudul “Fragments of Reality.”

Single ini menghadirkan penggalan atmosferik yang menghajar realitas lewat ledakan gitar berdistorsi menggebu-gebu, membakar semangat yang terus membara, ruang hampa emosional yang kuat, serta balutan visual surealis.

“Siapapun yang merasa dunianya retak atau kehilangan arah, kami ingin pendengar tahu bahwa mereka nggak sendirian. Lagu ini mengajak untuk merangkul kenyataan, bahkan yang pahit sekalipun, dan mengubahnya jadi energi untuk bangkit dan terus maju,” ujar Black Dig kepada tim Bvckle Smiggle.

Sejak menit pertama, bara spirit yang mereka bawakan langsung terasa. Dentuman drum memberi tanda untuk bersiap masuk ke dalam ruang emosional lagu, sementara gitar melengking mengiringinya. Dalam proses penggarapan, Black Dig sedikit bercerita,

“Setiap personel bawa ide mentah dari pengalaman pribadi, lalu racik bareng di studio sampai jadi aransemen yang hidup dan penuh energi. Hasilnya, lagu ini terasa jujur dan punya karakter khas Black Dig.”

Tak hanya musik, single ini juga dilengkapi dengan artwork garapan Ading Atma. Visual tengkorak, gagak, kursi kosong, dan petir yang membelah ruang menjadi representasi dunia yang tidak baik-baik saja. Semua itu menegaskan bahwa karya ini bukan sekadar musik, melainkan lanskap psikis yang ditumpahkan ke dalam distorsi dan gema.

Rilisan Fragments of Reality” menjadi langkah awal Black Dig menuju album penuh yang akan datang. Tunggu apalagi? Dengarkan sekarang juga dan masukkan ke playlist-mu! (DA)

Daririna Tumpahkan Realita Pahit di “Jam Segini”, Lagu Untuk Mereka yang Diam-Diam Lelah

Categories: Music

Share
Ada jam-jam tertentu yang terasa seperti ruang hampa; senyapnya membungkam suara dari luar dan memperjelas gema tiap sudut kepala. Bagi Daririna, jam itu diberi nama “Jam Segini”. Merupakan sebuah single terbaru yang berasal dari puisi yang merekam keresahan eksistensial, karya ini terus memantulkan relevansinya hingga sekarang. 

Di balik aransemen atmosferik yang indah sekaligus getir, “Jam segini” menyalakan lampu ditengah lelahnya mata, tetap terjaga karena insomnia, overthinking, atau karena realitas hidup sedang menguji daya maupun upaya.

“Setiap orang punya jam segini-nya sendiri,” ungkap Daririna. 

“Momen saat kita sadar bahwa hidup ternyata tidak sebagus yang dibayangkan. Ketika pertanyaan datang, dan kita tahu jawabannya tidak banyak.” Tutupnya.

Kolaborasi ini menghadirkan Ahmad Farid dan Reza Buldanul Hakim sebagai penulis lagu, serta Mart dan Feri yang membangun keberagaman ritme dalam komposisi ini menemukan pasangan idealnya pada karakter vokal Daririna, membentuk aransemen melodi yang berhasil membangun atmosfer “Jam Segini”. Seperti sepucuk surat yang baru tiba di tengah malam; dibaca dengan perlahan kemudian menetap di ingatan.

Dari Catatan Pandemi ke Harmoni yang Mengobati

Puisi “Jam Segini” pertama kali ditulis pada masa awal pandemi 2020, di tengah krisis pribadi: kisah cinta kandas, usaha tutup, tagihan datang tanpa henti. Dunia sedang lumpuh, tapi tekanan personal justru melaju kencang. Dari luka itu, lahirlah bait-bait yang akhirnya menemukan harmoni yang mengobati. Liriknya ringkas, setiap kalimat seperti pisau tipis yang menggores tanpa sadar.

“Jam segini apa yang engkau pikirkan
Sebotol pembersih lantai untuk kau tenggak
Jam segini apa yang engkau pikirkan
Dua butir pil untuk tidurmu—Jam Segini”

Cermin Generasi yang Terus Mengarungi Badai

 “Jam Segini” adalah cermin yang memantulkan wajah generasi sandwich: bekerja lebih awal dari seharusnya, menopang keluarga, menunda mimpi, sambil berhadapan dengan ongkos hidup yang terus menanjak. Lelah! Refleksi sebuah realita bak badai yang sedang menerjang. Upah tak setara, biaya melambung, dan kecemasan yang terus merangkak diam-diam hingga ranjang dan semuanya terbenam di balik melodi.

Lagu yang sangat menyentuh dan personal, untuk kita yang perlahan lelah. Dan kini lagunya telah rilis 7 Agustus lalu, wajib dinikmati diseluruh digital platforms official milik Daririna. Congratulations! (INQ)

Tentang Daririna

Solois folk-pop asal Karawang ini telah aktif sejak 2020 membawakan musik beraliran folk-pop dengan sentuhan melankolis yang sangat puitis. Dikenal lewat karya seperti Sandiwara, Anila dan Angkasa, Seperti Lukisan, dan Down and Blue. Suara lembutnya yang khas, dikombinasikan dengan lirik yang relate dengan realita menjadikannya sosok yang menonjol di skena musik independen.