Alkisah dari padukuhan pesisir selatan Gunung Kidul bernama Walikangin, hiduplah trio anak muda belia yang bernama Wakeupkids!. Para personil yang terdiri dari Afilan Bagti (Gitar, Vokal), Shiddieq (Bassist, Vokali) dan Danu (Drum) membawa dentuman pop punk dari tanah yang masih kental dengan tradisi. Rilis single terbaru bertajuk, "Titik Temu".
Dalam industri musik yang sering kali terpusat dan elitis, Wakeupkids! muncul dengan narasi yang natural. Anak-anak pedesaan yang kesehariannya mengiringi kesenian Jathilan, namun malamnya mungkin masih memeluk gitar dan berteriak tentang kegamangan cinta mereka terhadap Blink 182, NOFX, NUFAN, New Found Glory dan masih banyak lagi. "Titik Temu" adalah impact dari paradoks yang indah ini dan bagaimana mereka fokus memainkan musik yang identik dengan kegelisahan urban, sementara akarnya masih kuat tertanam di tanah para dewa.
Liriknya sederhana, personal, namun universal yaitu tentang kisah seorang pemuda yang hampir putus asa dalam percintaan, lalu menemukan secercah harapan. Bercerita tentang kehidupan yang mereka (dan mungkin banyak pendengar) alami, dengan bahasa musik yang mereka cintai.
Produksinya mungkin tidak semegah band-band ibukota, tapi justru di situlah pesonanya. Ada raw energy, kejujuran, dan semangat yang terasa murni. Dengan Riff-riff energik berbalut vokal khas Afilan Bagti terdengar seperti teman yang curhat di tepi sawah sambil memandang langit kota yang jauh. Lagu ini berhasil menjadi "jembatan" seperti yang mereka cita-citakan, antara kesepian dan kebersamaan, antara kegaduhan pop punk ditengah keheningan desa.
Menurut Afilan Bagti tentang lagu ini sangat menyentuh,
"Band ini dibentuk untuk menciptakan ruang dimana setiap emosi bisa diterjemahkan menjadi musik yang membuat pendengar merasa 'ada yang ngerti',” ungkapnya.
Tentang menemukan titik temu antara mimpi dan realita, antara desa dan kota, antara tradisi dan modernitas.
Sebagai pembuka menuju debut EP "Cycle of Affection" tahun 2026 ini, "Titik Temu" adalah langkah yang cukup tepat. Pendewasaan identitas Wakeupkids! bahwasanya mereka dari pelosok, punya cerita, dan musik yang layak didengar.
Wakeupkids! mengingatkan kita bahwa kreativitas tidak mengenal kode pos daerah. Faktor geografis bukan penghalang, justru bisa menjadi sumber kekuatan yang unik. Di tengah banjirnya musik yang serupa, suara mereka terasa seperti angin segar atau lebih tepatnya, seperti angin laut dari Walikangin yang membawa cerita baru.
"Titik Temu" telah dirilis pada Desember kemarin diberbagai platform digital audio streaming. Dengarkan lagu mereka sepenuh hati. Dan rasakan gelora pop punk yang bisa tumbuh subur di tanah yang tak terduga. Percaya bahwa musik terbaik sering lahir dari kontras, dan Wakeupkids! membuktikan. Congratulations! (INQ)