SIAP GETARKAN EROPA, DENISA UMUMKAN JADWAL TUR 'REMNANTS OF BERNADETTE - EUROPEAN TOUR 2025'

Categories: Music

Share
Denisa Dhaniswara atau kerap kita kenal Denisa konfirmasi kabar bahagia bahwa dirinya akan segera melakukan ibadah tur disejumlah negara di Eropa dalam rangkaian tur 'Remnants Of Bernadette - European Tour 2025'.  
 
Solois asal Jakarta tersebut sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dirinya akan tampil di Roadburn Festival bersama band-band eklektik kelas satu seperti Kylesa, Chat Pile, Altin Gun, Sumac dan lainnya, kali ini denisa memberitakan ia juga akan menyambangi Jerman, Denmark, Swedia dan Prancis.  
 
Rasanya jelas tidak sabar untuk segera menjalani tur di Eropa bulan April mendatang. Swamp Booking, agen representatif saya di Jerman, membuat semuanya menjadi lebih mudah. Ada beberapa diskusi tentang kota mana saja yang potensial untuk didatangi, dan saya tentunya belajar banyak hal dari Swamp Booking.” terang denisa.
 
Sampai saat ini, sudah ada sejumlah kota yang dikonfirmasi. Tapi dalam beberapa waktu mendatang, saya dan Swamp Booking akan kembali mengumumkan beberapa jadwal pentas tambahan. Semoga semuanya berjalan lancar.” ungkapnya lagi.
 
‘Remnants Of Bernadette – European Tour 2025’ sendiri merupakan langkah denisa dalam mempromosikan album St. Bernadette (2023). Dalam waktu dekat juga denisa juga akan segera mengumumkan kerjasamanya dengan label prominen Deathwish Inc. milik Jacob Bannon, vokalis Converge, untuk perilisan ulang album St. Bernadette dalam beberapa format rekaman fisik. 

Kode kerjasama tersebut mulai terendus pada postingan igs milik pribadi Denisa di Instagram, Minggu 23 Februari 2025 pagi tadi.(INQ)
 
Berikut adalah jadwal sementara 'Remnants Of Bernadette - European Tour 2025' dari denisa:
 
10 April - Stengade, Copenhagen (Denmark)
11 April - Hus 7, Stockholm (Swedia)
15 April - Urban Spree, Berlin (Jerman)
16 April - Stubnitz, Hamburg (Jerman)
17 April - P8, Karlsruhe (Jerman)
18 April - La Malterie, Lille (Prancis)
19 April - Roadburn Festival, Tilburg (Belanda)

Jelajahi Kebingungan dan Kesendirian, Milledenials Tumpahkan Melalui Single “Daisies” 

Categories: Music

Share
Setelah merilis “Dumb Ass Pop Song” yang menjadi single sorotan pada akhir tahun lalu, kuartet emogaze asal Bali, Milledenials, kembali hadir dengan single terbaru mereka berjudul “Daisies.” 

Lagu ini resmi dirilis oleh Silver Records pada Jumat (24/1) lalu sebagai bagian dari rangkaian menuju album mini It’s Terrifying and It’s a Shame yang dijadwalkan meluncur bulan Februari ini.

Band yang digawangi oleh Nadya Narita (vokal), Made Krisna (gitar dan vokal), Billy Sukmono (bass), dan Bagus Aditya (gitar) ini mempersembahkan “Daisies” sebagai eksplorasi emosional yang berbeda dari materi sebelumnya. Kali ini, tema kebingungan dan kesendirian menjadi inti cerita. 

“Lagu ini bercerita tentang kebingungan individu yang merasa dirinya terjebak di tempat yang sama, seolah hidupnya tidak berwarna,” jelas Made Aditya dalam rilis yang diterima bvcklesmiggle.com pada Minggu (09/2/2025).

“Individu itu merasa capek dengan sekelilingnya dan berharap fase ini akan segera berakhir. Ia berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkannya dari kesendirian dan kebingungann,” sambung Made.

Yang menarik, peran vokalis utama dalam lagu ini berpindah dari Nadya Narita ke Made Krisna setelah melalui beberapa kali proses jamming

“Awalnya, lagu ini direncanakan dinyanyikan oleh Nadya,” kata Made.

 “Tapi setelah beberapa kali kami coba, Nadya merasa ada bagian yang kurang cocok dengan suaranya. Ia kemudian mengusulkan agar saya yang menyanyikan lagu ini. Di akhir lagu, kami menambahkan harmoni vokal Nadya dan Bagus untuk melengkapinya.” 

Dari segi musikalitas, “Daisies” menampilkan eksplorasi baru Milledenials. Terinspirasi oleh ragam musik slowcore dan shoegaze, lagu ini lahir dari tulisan yang dibuat setelah tur ketiga band tersebut. 

“Kami mulai dengan merespons tulisan itu menggunakan gitar, lalu perlahan melibatkan alat musik lainnya,” tambah Made.

 “Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengeksplorasi genre yang belum pernah kami coba sebelumnya.”

Selain perilisan single ini, Milledenials juga tengah mempersiapkan berbagai aktivitas promosi untuk EP terbaru mereka. 

“Untuk promosi, kami akan meluncurkan beberapa merchandise eksklusif yang berkaitan dengan EP It’s Terrifying and It’s a Shame. Jadi, tunggu saja kejutan-kejutan kami berikutnya,” ungkap Bagus Aditya. 

Salah satu kabar terbaru dari Millidenials yang mengejutkan adalah mereka satu-satunya line up asal Indonesia yang bakal manggung di Primavera Sound 2025 di Barcelona. Congratulation Jons!

“Daisies” kini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan musik streaming seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. (INQ)

Teenage Death Star Rilis Album Baru Usai Tujuh Belas Tahun, Kolaborasi Dengan Dua Belas Musisi

Categories: Music

Share
Skill is dead, Let's Rock!!! — Begitulah jargon yang mengaum dari grup band circus punk rock  asal Bandung, Teenage Death Star (TDS) yang sejak 2028 berkiprah cukup lama di kancah musik Indonesia.

TDS dibentuk oleh sekelompok anak-anak muda nyeleneh dan jenius yang terdiri dari Sir Dandy (Vocal), Alvin (Guitar), Helvi (Guitar), Satria NB (Bass), dan Firman (Drum). Lima punggawa ini menyatukan hasrat bermusik mereka di bawah bendera Macan Purba sebagai Ikon dari TDS yang liar dan buas.

Dengan jargon Skill Is Dead, Teenage Death Star menawarkan pertunjukan visual ganas daripada kemampuan musik yang hebat layaknya The Beatles, Dream Theater ataupun Led Zeppelin.

Sebuah Masterpiece Dengan Konsep Brilian

Album yang bertajuk “Thunder Boarding School” menyuguhkan sesuatu yang unik, dimana TDS dengan jeniusnya mengajak 12 musisi tanah air dengan 12 gaya bebas masing-masing. 

Kepada tim BVCKLE SMIGGLE Sir Dandy menceritakan  tentang proses kreatif saat menggarap album ini.

"TDS cuman buat musiknya aja lalu ada 12 vokalis, mereka mengisi lirik & vokal di album ini," ungkap vokalis liar tersebut.

Sepanjang Januari, album ini diawali dengan single "Drakilla" dan ditutup pada penghujung bulan dengan single "Wish I Was the One Who' s Driving You Home" menjadikan 12 track album “Thunder Boarding School” resmi beredar dan rilis dibawah naungan Sun Eater & FFWD Records. Bagi Teenage Death Star, band anti-skill yang dikenal dengan konsistensinya dalam tidak merilis apapun selain album pertama "Longway to Nowhere" pada 2008 silam. 

Tentu saja ini merupakan rilisan pertama setelah enam belas tahun, pasti punya gebrakan unik tersendiri dengan mengajak 12 musisi dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda. 

"Konsep ini nampaknya belum pernah ada yang melakukan sebelumnya, lagi pula ini adalah cara untuk menutupi rasa malas kita, (dalam merilis materi baru) effortless tapi hasilnya maksimal." Ujar gitaris Alvin Yunata.

Thunder Boarding School, Punya 12 Murid Dan Dengan 12 Keahlian Berbeda

1. Drakilla (Bergentayangan Di Malam Hari)

Track pembuka Teenage Death Star "Drakilla" membawa suasana baru dengan sentuhan musikalitas yang lebih modern namun tetap mempertahankan identitas & esensi punk rock yang menjadi ciri khas Teenage Death Star. Single ini tercipta dari hasil kolaborasi Teenage Death Star dan Hary Foundation Goodnight Electric.

2. Pesantren Kilat

Di track nomor dua ini TDS mengajak duo punk new wave asal Purbalingga, Sukatani. Ovi aka Twister Angel memanifestasikan kontribusi dengan vocal gaharnya.

3. Good For Your Mental Health 

Acin The Panturas turut andil bersuara di track ini, frontman band Surf Rock Jatinangor pride ini  memberi warna baru pada lagu ini. Asik yeee.

4. Johnny Anak Sekolahan

Terpandang sebagai vokalis band hardcore punk comedy Tabrak Lari, Luthfi Tank Grunge ternyata ikut meramaikan hajatan TDS ini. Emang kalo hajatan besar harus begini sih ya.

5. Cinta Ini Tak Kan Membunuhku 

Bila dengan D'Masiv menyanyikan lagu "Cinta Ini Membunuhku", Rian Ekky Pradipta menyanyikan 180° hits D'Masiv itu dengan gaya yang nakal. Semua orang pasti akan kaget, biasanya doi nyanyi melow, di sini si Rian lebih rawk. Goks sih!

6. Pemuda Petir 

Ada Dila Lips! yang siap membuat onar di track nomor 6 ini, suara lady punk rock satu ini menyatu banget dengan corak musik TDS ya guys.

7. Kemana Benda Itu Pergi? (Pls Bantu Cariin)

Rapper sekaligus Youtuber asal Jakarta, Davidbeatt turut mengoceh di lagu ini. Wujud punk bisa bergaya bebas.

8. Ride The Lightning Boarding School 

Dikenal sebagai Bassist Polka Wars, Xandega turut serta bernyanyi di track ini. Xandega juga produktif dengan projek solo nya dance/electronic, keren sih TDS gaet musisi ini.

9. 30

Selain Davidbeatt, TDS juga mengajak rapper Nartok sebagai pengisi lagu urutan ke sembilan ini. Sepertinya rappercapek nyanyi lagu hip-hop ya, akhirnya menginvasi punk rock ala TDS.

10. Cuci Steam Lambung 

Refo dan Fauna yang dikenal sebagai musisi pop dengan lirik nyentriknya, kali ini Refo Alpha Ramadhan atau sering dipanggil Refo bergabung dalam hajat besar TDS buat ngisi track ini, bahkan ada suara merdu saxophone juga. Kira-kira Refo habis ngevokalin ini masih nonton Spongebob gak?

11. Persetan, ini Semua Tak Berguna

Muhammad Fadel Afredo Ginting atau biasa dikenal dengan Romantic Echoes dan juga vokalis Pijar, ikut berorasi di track nomor 11 ini. Punk is never dead baby! 

12. Wish I Was the One Who' s Driving You Home

Pamungkas, sesuai dengan namanya dia juga mengisi di track pamungkas di album ini guys, biasanya Pamungkas menyanyikan lagu-lagunya dengan gaya storytelling berbahasa Inggris andalannya, tapi di track ini Pamungkas berhasil menjadi ganas menyatukan soul-nya  dengan esensi punk rock khas TDS.

Melihat ragam genre dan konsep yang ditawarkan kepada para kolaborator, mungkin wajar untuk mempertanyakan seberapa jauh kebebasan berkreasi yang diberikan TDS kepada seluruh musisi yang terlibat.

 "Prosesnya bebas banget, gak ada aturan kalau sama kami," ujar Alvin. 

"Kami percaya keadilan bermusik bagi seluruh musisi di Indonesia, jadi bebaskan saja," sahut drummer Firman Zaenudin ikut menambahkan.

"Thunder Boarding School", dua belas kolaboratif single karya Teenage Death Star bersama dua belas musisi lintas genre sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital mulai 31 Januari 2025. Kira-kira kalian suka yang mana? Bingung ya? Satu lagu yang dinyanyikan oleh dua belas musisi dengan freestyle masing-masing emang unik sih. Congratulation untuk Teenage Death Star atas rilis album barunya setelah 17 tahun. Cheers!!! (INQ)