Rilisan terbaru Steps Behind, Gone For Meramu Patah Hati Ala Pop Punk!

Categories: Music

Share
Grup musik Steps Behind dari Karawang umumkan siap meramu patah hati ala penggemar genre pop punk melalui lagu terbarunya berjudul “Gone For”. Diracik sangat matang gaya modern pop punk, lagu “Gone For” diakui Steps Behind mengajak pendengarnya mengarungi deru perjalanan kisah romantis yang diselimuti kepahitan.

Band yang terbentuk tahun 2022 ini masih beranggotakan Alessandro W (Vokal), Fakhri Nurluthfi (Vokal dan gitar), M Afrizal (Lead gitar), Bagja Satria (Bass), dan Kandia (Dram) buktikan eksistensi dan keseriusan dalam skena musik dengan terus produktif dalam berkarya.

Fakhri Nurluthfi selaku lead guitar juga peramu musik “Gone For” mengatakan lagu ini mengupas tentang kompleksitas patah hati dan pencarian akan kejelasan dalam sebuah hubungan.

“‘Gone For’ adalah sebuah anthem kuat yang menangkap perasaan ketidakpastian dan kebingungan yang muncul ketika sebuah hubungan tiba-tiba kandas,” ungkap Fakhri kepada tim Bvckle Smiggle

Ia menjelaskan “Gone For” diproduksi mereka sendiri di RFNP Records (@rfnprecords) dari mulai  aransemen, serta mixing dan mastering

“Kita buat lagu ini sangat berbeda dengan gitar yang menghentak, ritme yang kuat ala pop punk dengan dibalut sound yang modern, serta nada - nada yang nge-hook, dan vokal yang siap menyayat hati para pendengar,” jelasnya ungkapkan ketotalitasan Steps Behind dalam penyampaian perasaan mereka dengan vibrasi minor penuh amarah dan kerapuhan perasaan.

Sementara itu, lirik “Gone For” ditulis langsung oleh vokalis Steps Behind sendiri yaitu Alessandro yang menggali pergolakan emosi dalam sebuah hubungan yang telah retak. 

Kalimat - kalimat seperti "You owe me something / At least an explanation / (Without hesitation)" dan "Just where you think you going? / I’d know if you’re gone for good / Or you just gone for?" yang meluruhkan hati juga visualisasikan kerinduan akan jawaban dan perjuangan untuk memahami alasan dibalik kepergian pasangan ataupun teman.

“Gone For" kini telah tersedia di semua platform streaming musik di seluruh platform offical Steps Behind. So, putar “Gone For” sekarang juga dan berpeluklah erat pada iramanya! (INQ)

PERSONA BARU DARI HOLISTIC KE TAMOOR LAHIRKAN SINGLE PERDANA "MASTERMIND"

Categories: Collaboration

Share
Skena musik rock layak menanti Tamoor, band lokal Karawang yang hadir dengan persona baru semangat hardrock 70-an yang funky. Sebelumnya dikenal sebagai Holistic, band ini memutuskan untuk merevolusi menjadi Tamoor. Nama ini diambil dari bahasa Arab dan Persia yang berarti “sarang singa” atau “sesuatu yang kuat.” Visualisasikan esensi mereka dengan energi liar yang patut diwaspadai,  garang namun penuh intelektualitas. Seperti singa yang terbangun dari tidur panjangnya, Tamoor siap mengguncang gigs to gigs dengan taring musik mereka yang tajam.

DARI HOLISTIC MENUJU TAMOOR: EVOLUSI SEBUAH IDENTITAS

Sebelum menjadi Tamoor, band ini dikenal dengan nama Holistic. Sebagai Holistic, mereka membawa warna musik yang eksploratif, namun merasa ada ruang untuk pertumbuhan lebih besar. Nama Holistic, yang berarti keseluruhan atau menyeluruh, sempat menjadi simbol dari upaya mereka untuk menyatukan berbagai elemen dalam musik. Seiring waktu, mereka menyadari bahwa semangat mereka lebih mengarah pada energi yang lebih berani, liar, dan penuh perhitungan— Seperti seekor singa yang bangkit. Transisi ini tidak hanya mencerminkan perubahan nama, tetapi juga pendalaman visi dan semangat mereka untuk merangkul sound hard rock 70-an sebagai benang merah yang lebih autentik dan jelas ikonik.

PERSONA TAMOOR DAN ENTITASNYA

Tamoor terdiri dari tiga personel berbakat: Febiyan Alfaridzi (Byan) sebagai gitaris sekaligus vokalis, Fathan Farid (Fathan) yang memainkan bass dan turut mengisi vokal, serta Ryan Luthfy (Ryan) sebagai drummer. Kolaborasi dan kekompakan mereka ibarat roda gigi yang saling melengkapi juga terhubung, menciptakan harmoni eksplosif antara dentuman drum, lengkingan gitar, dan petikan bass yang melarutkan nada dan irama.

SINGLE PERDANA YANG GARANG

"Mastermind" lebih dari sekadar anthem rawk, lagu ini adalah kritik sosial yang dikemas dalam balutan riff keras dan lirik yang pedas. 

"Di balik setiap pergerakan sosial, selalu ada sosok mastermind atau dalang yang mengatur jalannya permainan," ujar Fathan, “Sebuah gambaran sarkasme terhadap fenomena yang terjadi bahwa selalu ada yang mengatur kehidupan dalam beberapa aspek yang memunculkan kejenuhan terhadap hal tersebut,” Tambahnya.

"Mastermind" mengajak pendengar untuk melihat realitas sosial secara lebih kritis. Seperti cermin yang merefleksikan sisi tersembunyi masyarakat, lagu ini sejenak menantang cara berfikir kita dalam perspektif lingkup kehidupan.

Proses kreatif lagu ini mencerminkan semangat kumpulan singa. Meski melodi dan lirik diciptakan hanya dalam satu malam, pencarian tone gitar dan bass yang sempurna membutuhkan waktu lebih lama menyesuaikan dengan karakter Tamoor. Semua ini dilakukan demi menjaga orisinalitas dan karakter hardrock yang menjadi ciri khas mereka. Mereka tahu bahwa detail kecil bisa menjadi bahan bakar untuk sebuah ledakan besar.

INSPIRASI ROCK KLASIK DENGAN SENTUHAN KONTEMPORER

Tamoor mengambil inspirasi dari legenda rock seperti The Beatles, Led Zeppelin, Black Sabbath, Deep Purple, dan Queen. Namun, mereka juga meramu elemen-elemen modern dengan pengaruh musisi lokal seperti Kelompok Penerbang Roket, The SIGIT, Black Horses, dan White Swan. Musik mereka seperti jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, dengan nada-nada klasik yang dihidupkan kembali dalam balutan modernitas. Tamoor tidak hanya ingin membuat pendengarnya sekedar headbang belaka.

“Kami ingin hard rock era 70-an kembali hidup di tengah anak muda. Musik ini punya jiwa, pesan, dan energi yang relevan dengan kehidupan sekarang,” ungkap Byan. 

Band yang patut diwaspadai ini membawa pesan hangat lewat karya mereka pada generasi muda dengan persona yang lebih matang. Mari kita sambut “Mastermind” yang siap rilis 7 Februari 2025 di semua platform official mereka. Yeah Congratulations! (INQ)

People Sweet Rilis Single "Trauma", Dirancang Lebih Agresif dan Brutal

Categories: Music

Share
Bahas talenta-talenta musik di Karawang, tentu saja banyak sekali khususnya sirkel generasi baru. Salah satu dari mereka adalah People Sweet.

People Sweet merupakan salah satu band underground asal Karawang, Jawa Barat, dengan membawa bendera post-hardcore. Band ini digawang oleh Ekal pada Vokal, Trisna pada gitar, Afdian pada Drum dan dilengkapi oleh Devira satu-satunya personil cewek yang diplot sebagai pengisi divisi gitar ritem sekaligus backing vokal di band ini. 

People Sweet dibentuk dengan semangat bermusik yang memadukan raw energy, lirik-lirik yang penuh luka, juga distorsi high gain yang dinamis dan dipastikan mampu menciptakan vibrasi liar yang siap membakar emosi para pendengar.

Kupas single terbaru “TRAUMA”

Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang yang melawan luka batin paling dalam, dibalut dengan vokal yang dinamis perpaduan clean vocal dan growl yg kuat diiringi dengan pergantian tempo yang cepat khas post-hardcore. 

“TRAUMA” sengaja ditulis bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa setiap orang dapat menghadapi dan mengatasi luka batin mereka. Lagu ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pendengar untuk membangkitkan kekuatan dan harapan melalui single mereka.

Produksi lagu ini dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh anggota band untuk menghadirkan karya yang otentik, organik dan penuh energi. 

“Kami harap lagu ini bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang berjuang bahwa Anda tidak sendirian. Semoga pesan dan energi dari ‘TRAUMA’ bisa menguatkan hati pendengar,” ujar Ekal.

"Trauma" Dirancang Lebih Agresif dan Brutal

“Trauma” membawa kita kembali pada atmosfir post-hardcore pada zamannya namun tetap brutal dinikmati saat ini. Dengan tone distorsi gitar yang sedikit lembab dan breakdown yang tidak mudah ditebak, melodi riff-riff liarnya membuat lagu ”Trauma” lebih buas dari biasanya. Perpaduan antara hardcore punk, melodic, hingga metalcore terasa kuat. Dengan tempo prestissimo lagu ini cocok sebagai lagu pembuka dalam memanaskan audience untuk moshing bersama. Tak lupa juga lengkingan teriakan Ekal mengalun lagu ini menjadi lebih bernyawa.

Single “TRAUMA” telah dirilis pada 26 desember 2024.
Lagu ini sudah tersedia di kanal YouTube resmi PEOPLE SWEET dan di berbagai platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya. Let’s bang our head. Hellyeah. (INQ)

Kredit Lagu"TRAUMA" 

Produced by PEOPLE SWEET 
Compose by Sadekala 
Lyrics by Sadekala 
Performed by PEOPLE SWEET 
Arrangement by Sadekala, Trisna
Recorded at JFH PRODS 
Mastered & Mixing by JFH PRODS 
Visual Credits : 
Artwork by WhellyArt 
Lyrics Video by BSA Graphic 
©️®️ 2024 PEOPLE SWEET