Band Emo Asal Jombang, Fiore Rilis Single Bertemakan Kisah Antiklimaks Dramatis

Categories: Music

Share
Fiore, unit emo jagoan Jombang tersebut kembali merilis single terbaru “When The Seasons Change” dua tahun setelah album perdana mereka “Tell A Story” yang rilis 2022 lalu dan single “Termala” pada 2023. Fajar Ikhsani (Vocal/Guitar), Tomy DC (Guitar), Dhani (Guitar), Afandi Bakir (Vocal/Bass), Umar Faruq (Drum) kembali menyelami tema depresif dalam lagu ini. Namun, kali ini bukan dari perspektif sepasang kekasih namun dari perspektif keluarga muda. 

Single “When The Seasons Change” ini bertema kisah antiklimaks dramatis yang awalnya penuh harapan namun berakhir duka di mana harapan-harapan yang banyak tadi kini tersisa tinggal satu dan harus dijaga dengan baik. Kisah ini juga terinspirasi dari pengalaman teman dekat dari Fiore.

“Kisah ini berawal ketika pasangan suami istri muda mulai mendapatkan harapan mereka satu-persatu terwujud. Namun, ketika sang suami berharap menjalani cita-cita bersama, ternyata sang istri tidak bisa ikut menemani karena meninggal setelah melahirkan,” kuak Faruq.

Artwork dari single “When The Seasons Change” visualisasikan kisah lagu tersebut, dengan bunga-bunga bertebaran di antara sosok laki-laki dan anak kecil.

“Salah satu harapan pasangan tersebut tergambar di dalam artwork sebagai bunga-bunga yang bertebaran yang mencerminkan harapan-harapan yang telah mekar, dan harapan terbesarnya  adalah anak,” lanjut Faruq

Single “When The Seasons Change” yang terpilih sebagai single jagoan untuk album mendatang dari Fiore ini juga adalah track terakhir dari album tersebut. Dengan pendekatan musikal berbeda, kali ini Fiore menambah nuansa nelangsa lagu tersebut dengan sebuah ending antiklimaks. 

“Single ini juga banyak elemen repetisi, part yang diulang-ulang terus, yang menggambarkan selama perjalanan, diharapkan rutinitasnya berakhir bahagia, ternyata antiklimaks,” tutur Faruq.

Proses produksi “When the Seasons Change” dimulai pada April 2024, bersamaan dengan produksi lagu-lagu yang lain yang akan hadir di EP mendatang. Single ini diproduksi oleh Fiore dengan lirik ditulis oleh sang vokalis Fajar Ikhsani, direkam oleh  Fajar Ikhsani, Yudysfianda di MDuabelas Studio (@mduabelasstudio_). Untuk sound engineer yang meracik mixing dan mastering lagu ini, Fiore memilih Winaldy Senna kemudian untuk pengerjaan Artwork album mereka mempercayakan goresan kepada @Every.day.hate.

Bagi penikmat musik emo yang juga menyukai 2nd wave emo ala The Gloria Record, Mineral atau Elliott ataupun penggemar Last Child, single ini wajib dimasukkan kedalam daftar playlist. “When The Seasons Change” telah dilepaskan di semua platform official Fiore sejak tanggal 31 Oktober 2024. Yeah! Congratulation sudah membuat lagu yang sekonyong-konyong bisa merobek kantung air mata.(INQ)

Electric Bird Hadir dengan Formasi dan Single Baru, “Sious”

Categories: Music

Share
Unit garage rock asal Surabaya, Electric Bird kembali menyapa pendengarnya dengan merilis single anyar bertajuk "Sious". Karya ini dilepas sebagai pembuka bagi album kedua bertajuk "Odyssey" yang bakal segera mereka lepas dalam waktu dekat.

Lewat perilisan single "Sious", Electric Bird juga mengumumkan formasi baru yang kini diperkuat oleh Rahmana Wiradanu (bass/vokal) dan Vicky Khoirul Aslam (gitar), Ahmad Dafa Fajar Ananda Putra (gitar), dan Adella Pramestie Kirana (drum).

Dengan formasi baru ini, Electric Bird seolah ingin menegaskan warna baru dalam musik mereka, usai sang penabuh drum, Arik, memutuskan berpisah secara baik-baik. Danu dan Vicky mengatakan bahwa penambahan personel di departemen gitar sejatinya merupakan wacana lama jauh sebelum Arik pergi.

"Sangat excited dan semakin semangat untuk berkarya dengan hadirnya dua anggota baru, Dafa dan Adell," kata Danu dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Vicky memastikan bahwa Electric Bird akan terus melaju dengan ciri mereka selama ini. Hadirnya personel baru, justru bakal menambah komitmen sesama personel yang telah terjalin cukup lama.

Sementara dalam pengkaryaan, hadirnya Dafa dan Adell diharapkan bisa menjadi kunci dalam eksplorasi bunyi, menambah energi dan perspektif bermusik unit yang telah terbentuk sejak tahun 2015 silam ini.

"Bagi saya, bermusik itu harus punya komitmen untuk tetap terus maju. Saling mengingatkan dan tidak menjatuhkan satu sama lain lah yang membuat hubungan personal di tubuh Electic Bird terus erat, meskipun ada personel yang sudah hengkang karena masalah di pekerjaan," tuturnya.

Berbicara mengenai single "Sious", Danu menjelaskan bahwa lagu ini merupakan karya pertama yang dirilis usai hadirnya dua anggota baru. Penulisan lirik dan musik sudah digarap sejak pertengahan 2023, namun baru dapat diselesaikan di sekitar bulan Agustus 2024.

Single ini, menjadi karya pertama Danu yang liriknya ia tulis dengan sedikit sentuhan religius. Berawal dari pengalaman pribadinya yang terbilang sentimental dan memberi pelajaran bahwa manusia sejatinya selalu membutuhkan hubungan spiritual yang kuat dengan sang pencipta.

"Hubungan ini yang dapat membuat kita selalu kuat dalam menjalani hidup. 'Sious' banyak bercerita tentang itu. Perjalanan saya secara spiritual," tutur Danu.

Senada dengan Danu, penabuh drum Adell mengatakan bahwa karya ini bercerita tentang soal pribadi interpersonal-nya dengan Tuhan. Ia merasa senang dapat berkontribusi di penggarapan single "Sious" ini.

"Aku pertama kali ikut andil pada proses lagu ini lahir. Selain mengisi instrumen drum, aku juga membantu mengisi bagian backing vocal," ucap Adell.

Proses produksi single 'Sious' dilakukan di Trek House dengan Trita Rubin dan Prasimansyah sebagai operator. Proses mixing dilakukan Prasimansyah di tempat yang sama, sementara untuk proses mastering dilakukan di 912studio.

"Single 'Sious' adalah materi pertama yang aku ikut dalam prosesnya. Materi lagu ini adalah warna dan formula baru di Electric Bird," kata Dafa.

Single "Sious" milik Electric Bird sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai 7 November 2024.

Suarakan Kesedihan dari Toxic Relationship, Kolaborasi Manusia Aksara dan Widi Vierratale di 'Akhirnya Waktu Memisahkan Aku dan Kamu'

Categories: Music

Share
Jakarta—Menyambut musim yang penuh emosi ini, Manusia Aksara dengan bangga mengumumkan perilisan karya kolaborasi terbarunya yang sangat dinanti-nantikan, "Akhirnya Waktu Memisahkan Aku dan Kamu". Lagu "Akhirnya Waktu Memisahkan Aku dan Kamu" bukan hanya sebuah lagu, melainkan juga sebuah narasi yang ingin disampaikan ke banyak orang tentang keberanian untuk melepaskan diri dari sebuah hubungan yang tidak sehat atau sering kali disebut Toxic Relationship

Di lagu ini Manusia Aksara mengajak Para Manusia dan semua orang untuk berani bersuara agar keluar dari hubungan toxic. Dengan sorotan yang tajam terhadap dinamika hubungan manusia, lagu ini mencerminkan perasaan yang rumit, perpisahan karena kekerasan sering kali bungkam. Lagi lagi, lagu dari Hafizh Weda, sang vokalis disepakati semua personil Manusia Aksara untuk menjadi karya terbaru mereka. Lirik yang sangat on point dan notasi sederhana menjadi khas dari tiap lagu-lagu yang ditulis oleh Weda, sang vokalis. Selain itu, Nicko Prabowo sang drummer untuk ketiga kalinya dipilih untuk menjadi produser. Selain itu kontribusi gitar dari Hendrie kali ini tidak begitu banyak, hanya sedikit mengisi lead dan ambience dan peran besar juga diberikan Jowel Tirta dalam pembungkusan aransemen lagu ini.

Hal unik terjadi. Nama besar Widi Vierratale muncul untuk mengisi lagu terbaru Manusia Aksara. Vokalis ternama dengan karakter vokal yang khas dari band Vierratale, sangat memberikan sentuhan emosional yang unik pada lagu ini. Tentunya karakter vokal Widi sangat berbeda dengan lagu-lagunya di Vierratale. Suara tebal dan tegas begitu terasa pada vokal Widi. Widi juga menceritakan kepada Nicko bahwa lagu ini juga sangat relate dengan pengalaman hidupnya dan Widi juga merasa sangat senang saat tau adiknya berani untuk mengeksplor genre pop yang kurang lebih hampir sama dengan kolam Vierratale.

Widi yang duluan menawarkan konsep ini kepada kita. Dan, waktu itu gue langsung hubungin Weda untuk pemilihan lagu. Karena dia kan yang jadi jagoannya dalam lagu-lagu kita. Terus, Weda langsung kaget dan waktu itu ada dua lagu yang dikasih ke kita” ujar Nicko Prabowo, sang drummer.

Setelah GAZT, project kolaborasi kakak beradik Widi dan Nicko tidak berjalan. Lagu ini menjadi project terbaru mereka dalam konsep kolaborasi yang berbeda. Ini kedua kalinya Manusia Aksara merilis karya dengan konsep kolaborasi. Sebelumnya Manusia Aksara merilis karya kolaborasi dengan Savira Razak di lagu “Semesta Semesta” (Acoustic Version) 

Pas tau Widi mau kolaborasi sama Manusia Aksara, gue langsung shock. Langsung buka Spotify untuk dengerin lagu lagunya Vierratale untuk tau betul kira kira lagu yang kayak apa yang pas sama suara Widi. Terus beberapa kali ketemu Widi untuk ngobrol. Bahkan sebelum single ini rilis. Gue sempet nyanyi bareng Vierratale di salah show mereka di Jakarta. Alhamdulillah, kurang lebih kebayang lagu kolaborasinya akan seperti apa” Kata Weda saat tahu kakak kandung dari Nicko ini mengajak kolaborasi.

Manusia Aksara berharap agar lagu ini dapat mencapai berbagai kalangan, dari berbagai lapisan umur dan latar belakang, sebagai perwakilan dari pengalaman emosional yang universal. Karya ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan emosional dalam setiap hubungan.

Lagu “Akhirnya Waktu Memisahkan Aku dan Kamu” Manusia Aksara featuring Widi Vierratale sudah bisa dinikmati diseluruh portal musik digital. Selamat mendengarkan!

Song Credits:
Song & Lyric : Hafizh Weda
Executive Producer : Manusia Aksara & Widikidiw
Producer : Nicko Prabowo
Vocal : Hafizh Weda & Widy Vierratale
Guitarist : Hendrie Leite
Bassist : Jowel Tirta
Drum, Synth : Nicko Prabowo
Mixing & Mastering : Nicko Prabowo
Recording : Home Studio, Backbeat Studio
Distribution : Musica Studios