Unit alternatif asal Indonesia, Ninety Horsepower, kembali memperdengarkan karya terbaru mereka lewat single berjudul “Gusar.” Dirilis melalui label Burakku, lagu ini menjadi ajakan untuk belajar berhenti memaksa dan menerima bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan karena takdir, bagaimanapun tidak akan pernah tertukar.
“Kadang kita terlalu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa caranya bahagia,” ujar Bayu Fajri, penulis lagu Gusar.
“Lewat lagu ini, gue pengin ngingetin diri sendiri nggak semua yang nggak tercapai berarti gagal. Kadang, justru disaat lo berhenti maksa, lo malah nemuin ketenangan baru,” tambahnya.
Warna Baru di Lanskap Asian Alternative
Digarap bersama Vit Alian sebagai produser yang memasak “Gusar” menandai arah baru Ninety Horsepower dalam mengeksplorasi semangat Asian alternative. Terinspirasi oleh band-band seperti ASIAN KUNG-FU GENERATION dan L’ArcenCiel, mereka meramu emosi yang khas Indonesia tanpa kehilangan karakter modern rock Asia.
“Album kedua kami akan sangat kental dengan nuansa Asian alternative, dan Gusar menjadi pembuka sekaligus gambaran seberapa kuat arah musikal kami ke depan,” jelas Bayu.
“Kami ingin musik Ninety Horsepower tetap punya kejujuran dan intensitas yang bisa dirasakan siapa pun tanpa harus terjebak pada referensi.”
Tentang Ketulusan dan Rasa Syukur
Dengan lirik seperti : “Tak perlu hidup berlari untuk mengejar / Hal yang tertambat pilihan jalan yang sukar,” Ninety Horsepower menghadirkan pesan reflektif tentang arti bersyukur dan menerima. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, “Gusar” menjadi ruang hangat untuk berhenti sejenak dan menumbuhkan ketenangan dalam diri.
“Buat gue, hal-hal sederhana kayak segelas kopi susu bisa jadi pengingat bahwa kita tidak perlu selalu mencari solusi besar,” ungkap Gina, vokalis Ninety Horsepower.
“Kadang, kekuatan untuk terus melangkah justru datang dari hal-hal kecil di sekitar lo.”
Lewat “Gusar”, Ninety Horsepower menegaskan bahwa menerima bukan berarti menyerah. Ini adalah lagu tentang menemukan kedamaian dalam keputusan, tentang memahami bahwa takdir tidak akan pernah tertukar.
“Takdir tidak akan tertukar, dan memahami itu bisa jadi bentuk kebebasan yang paling jujur,” tutup Bayu.
Profil Ninety Horsepower (90HP)
Terbentuk pada September 2013 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Ninety Horsepowerberanggotakan Ghina (vokal & gitar), Jiung (gitar), Ipang (drum), dan KUNIO (bass). Musik mereka berakar pada semangat Asian alternative dengan pendekatan lirik yang jujur dan intens.
Melalui setiap rilisan, Ninety Horsepower berupaya menghadirkan karya yang relate dengan kehidupan sehari-hari, kesederhanaan, dan identitas musik lokal dalam lanskap alternatif Indonesia. (INQ)